5 tantangan masa depan perbankan syariah menurut Mulya E Siregar

Bank Syariah

Komisaris Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk Mulya E Siregar menyebutkan, kinerja bank syariah cenderung kondusif dan masih terjaga. Kendati begitu, dia mengaku ada lima tantangan masa depan perbankan syariah.

Apa saja?

1.  Siap dalam melayani milenial.

Generasi milenial menjadi pasar potensial bagi perbankan syariah. Hal tersebut karena penduduk indonesia didominasi oleh generasi milenial dan gen Z.

“Perbankan syariah harus siap dalam melayani kebutuhan generasi milenial. Salah satunya yakni menyediakan layanan berbasis digital,” kata dia dalam webinar, Kamis (20/5).

2. Siap dalam membiayai proyek infrastruktur

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu prioritas yang gencar diwujudkan oleh pemerintah. Masifnya pembangunan tersebut tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit.

“Pemerintah tidak bisa membiayai sendiri melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Karena itu, perbankan syariah harus siap dalam mendukung pemerintah dalam kontribusi pada pembiayaan infrastruktur,” ucap dia.

3. Siap membantu nazir dalam penghimpunan dana wakaf dan pemanfaatannya

Dana-dana wakaf meningkat khususnya di masa pandemik. Maka dari itu, perbankan syariah harus siap dalam membantu nazir dalam menghimpun dana wakaf dan bagaimana memanfaatkannya.

Kesiapan perbankan syariah dengan dukungan IT yang mumpuni diharapkan dapat menguatkan peran perbankan syariah dalam menjamin keamanan dan transparansi pengelolaan dana wakaf

4. Siap menaikkan kelas UMKM

Peran UMKM terhadap ekonomi nasional sangatlah signifikan. Dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN), salah satu program pemerintah adalah mendorong peningkatan daya tahan UMKM.

Makanya perbankan syariah dalam hal ini harus siap dalam berkontribusi dalam membantu nasabah UMKM agar naik kelas.

5. Siap meningkatkan dana murah

Perbankan syariah harus mampu meningkatkan dana murah melalui peningkatan tabungan wadiah dengan pendekatan yang baik kepada hijrah community dan layanan digital yang 24/7 (24 hours/7 days a week). Karena tanpa dana murah, perbankan syariah akan kesulitan untuk bersaing dengan perbankan konvensional

Di sinilah keunggulan perbankan syariah dibandingkan konvensional. Dia mencontohkan pada BSI, komposisi tabungan wadiah sebesar 33,41% dengan CASA sebesar 57,76%.

“BSI telah mencobanya melalui spritual (waktu salat, kiblat, Alquran, lokasi masjid), sosial (zakat, infak, sedekah, wakaf, qurban), finansial (transfer, pembayaran, top up e-wallet, e-commerce, international remittance). Ini kuncinya adalah digital banking. Sehingga nasabah bisa bertransaksi di manapun dan kapanpun.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply