Total simpanan nasabah UUS Maybank Indonesia naik 7,8%

Unit Usaha Syariah Maybank Syariah

Berdasarkan laporan keuangan 2020, UUS Maybank Indonesia dapat menyumbang sebesar 22,4% terhadap laba sebelum pajak bank secara individu dan menyumbang 21,6% dari total aset bank secara individu. Meskipun di tengah kondisi yang penuh tantangan, UUS Maybank Indonesia tetap mencatat pertumbuhan total aset yang sehat, mencapai Rp35,3 triliun pada Desember 2020 atau naik 8,1% dari Rp32,6 triliun pada Desember 2019.

“Sementara, total simpanan nasabah naik 7,8% menjadi Rp27,4 triliun, didukung oleh pertumbuhan tabungan syariah sebesar 28,6%. Kualitas aset  mengalami sedikit tekanan akibat pandemi, seperti yang diperlihatkan dari tingkat Non-Performing Financing (NPF) menjadi 3,2% (gross) pada Desember 2020,” kata Head Syariah Banking, Maybank Indonesia Romy Buchari, seperti diansir maybank.co.id.

Selain itu, UUS Maybank Indonesia juga mengadopsi pendekatan Leverage Model, untuk mendayagunakan seluruh sumber daya dan jaringan Bank dalam memasarkan produk keuangan berbasis Syariah. Upaya ini telah memberi kontribusi pada persentase rata-rata pertumbuhan aset tahunan dari UUS Maybank Indonesia mencapai 17,1% dalam lima tahun terakhir.

Untuk meningkatkan penetrasi pasar, khususnya terkait jalur pemasaran dan distribusi, UUS Maybank Indonesia saat ini sudah mengoperasikan 18 kantor cabang (KC) syariah termasuk yang belum lama ini, terdapat pembukaan dua KC Syariah di Jambi dan di Malang, Jawa Timur yang sudah beroperasi sejak 15 Maret 2021.

Di samping itu, Maybank Indonesia juga saat ini tengah menyelesaikan proses konversi kantor cabang di Banda Aceh untuk menjadi KC Syariah seiring penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah Nomor 11 Tahun 2018 oleh Pemerintah Propinsi Aceh. KCS Banda Aceh.

Sesuai rencana, hingga akhir 2021 Maybank Indonesia akan mengoperasikan beberapa KC Syariah baru lainnya.  Dengan ini, produk-produk dan layanan UUS Maybank Indonesia bisa di dapatkan melalui lebih dari 360 cabang dan kantor konvensional dan Syariah dari Maybank di Indonesia dan juga secara online melalui jaringan ATM, aplikasi Maybank M2U (untuk nasabah perorangan) dan M2E (nasabah korporasi).

Romy menambahkan, teknologi informasi kini sudah menjadi konstituen penting dalam kehidupan di era new normal. Hal ini menjadi perhatian khususnya bagi UUS Maybank Indonesia untuk meningkatkan penerapan digitalisasi guna mendorong pertumbuhan jumlah nasabah dan aset UUS Maybank Indonesia.

“Saat ini, produk simpanan berbasis syariah sudah tersedia melalui digital banking Maybank M2U memberikan keleluasaan bagi nasabah untuk bisa mendapatkan product experience dengan membuka tabungan dan deposito syariah secara online,” ucap dia.

Kiprah UUS Maybank Indonesia juga mencakup pembiayaan yang telah disalurkan pada sejumlah proyek strategis di bidang infrastruktur, pertambangan, transportasi udara, pengelolaan bandara. Seperti pada awal tahun lalu Maybank Indonesia membantu Pemerintah dalam peluncuran Green Sukuk sebesar US$2.5 miliar, atau dalam membiayai pengadaan perdana untuk vaksin Covid-19 bersama PT Bio Farma melalui fasilitas omnibus facility sebesar US$185 juta atau setara Rp2,68 triliun.

UUS Maybank Indonesia juga menyediakan fasilitas Foreign Currency Hedging Islamic Banking (“iB”) yang mulai diperkenalkan ke pasar sejak awal 2020 dalam pembiayaan pada salah satu proyek infrastruktur. Selain di sektor Korporasi, UUS Maybank Indonesia juga terus mendukung pembiayaan di bidang UKM dan sektor Ritel.

Di samping itu, ketika pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia di awal 2020, UUS Maybank Indonesia turut ambil bagian dalam meringankan dampak pandemi dengan menyalurkan Alat Pelindung Diri (APD) di berbagai Rumah Sakit yang tersebar di Indonesia, bantuan bahan pangan berupa sembako untuk masyarkat pra–sejahtera dan yatim dhuafa yang bersumber dari dana kebajikan.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply