Perbedaan pasar modal syariah dan konvensional? Cek di sini yah!

Pasar Modal Syariah

Investasi pasar modal semakin digemari masyarakat, khususnya golongan muda. Begitu pula dengan investasi di pasar modal syariah.

Menurut data Bursa Efek Indonesia per Februari 2021, jumlah investor syariah tumbuh konsisten sebesar 647%. Total jumlah investor syariah 91.703 investor, tumbuh pesat dibandingkan jumlah investor syariah pada 2016 yang hanya sebesar 12.283 investor.

Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk muslim di Indonesia diperkirakan lebih dari 200 juta jiwa, tentunya jumlah investor pasar syariah masih sangat sedikit. Itulah sebabnya literasi harus terus dilakukan agar jumlah investor pasar modal syariah terus meningkat

Salah satu upaya literasi pasar modal syariah dilakukan oleh Head of Investment Gallery MNC Sekuritas Andri Muharizal. Andri memberikan literasi secara online melalui Intagram pada Selasa (18/5). 

Dalam kesempatan itu, Andri menjelaskan A hingga Z investasi pasar modal syariah.

Apakah pasar modal syariah itu? Pasar modal syariah adalah seluruh kegiatan di pasar modal yang tidak bertentangan dengan  prinsip-prinsip Islam. Pasar modal syariah Indonesia merupakan bagian dari industri keuangan syariah yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khususnya direktorat pasar modal syariah.

Setidaknya ada empat perbedaan pasar modal konvensional dan syariah, apa saja?

  • Dari sisi saham yang diperdagangkan. Pada pasar modal konvensional, kita bisa melakukan transaksi disemua emiten yang ada di pasar modal. Sedangkan di pasar modal syariah, hanya saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES). DES adalah kumpulan efek syariah, yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan atau diterbitkan oleh pihak penerbit Daftar Efek Syariah.
  • Dari sisi transaksi. Di konvensional kita mengenal yang namanya limit trading atau yang biasa dikenal sebagai batas maksimum) nasabah tersebut boleh belanja pada hari itu di atas nilai cash/trading balance yang dimiliki. Transaksinya juga bisa mempergunakan sistem online trading konvensional. Sementara di syariah, tidak bisa menggunakan efek hutang ataupun limit trading, istilahnya transaksinya cash basis. Selain itu transaksi harus mempergunakan sistem online trading syariah. 
  • Dari sisi rekening dana nasabah (RDN). RDN adalah rekening yang digunakan oleh nasabah untuk penyelesaian transaksi efek. Jika di pasar modal syariah, RDN harus ditempatkan pada bank syariah untuk penyelesaian transaksi efek dengan akad mudharabah (bagi hasil) atau wadiah (titipan).
  • Dari sisi pengawasan. Jika pada pasar modal konvensional pengawasan hanya dilakukan oleh Otoritasa Jasa Keuangan dan Bursa Efek indonesia. Pada pasar modal syariah, selain dua lembaga tersebut, DSN MUI juga ikut mengawasi berjalannya pasar modal syariah agar sesuai dengan prinsip Islam

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply