Pencatatan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap II Tahun 2021 dilakukan pada 4 Maret 2021

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan, pencatatan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap II Tahun 2021 pada 4 Maret 2021 dengan wali amanat Bank Mega.

Berikut perinciannya:

Nama Sukuk

Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap II Tahun 2021 Seri A

Kode Sukuk

SMWIKA01ACN2

Kode ISIN

IDJ0000180A3

Nilai Emisi

Rp134.300.000.000,00

Tingkat Bunga/Nisbah

37,2808% atau 8,50% per tahun

Jangka Waktu

3 (tiga) tahun

Jatuh Tempo

3 Maret 2024

Tanggal Penerbitan

3 Maret 2021

Pembayaran Bunga

Setiap 3 (tiga) bulan

Tanggal Pembayaran Bunga Pertama

3 Juni 2021

 

Nama Sukuk

Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap II Tahun 2021 Seri B

Kode Sukuk

SMWIKA01BCN2

Kode ISIN

IDJ0000180B1

Nilai Emisi

Rp211.600.000.000,00

Tingkat Bunga/Nisbah

39,9123% / 9,10% per tahun

Jangka Waktu

5 (lima) tahun

Jatuh Tempo

3 Maret 2025

Tanggal Penerbitan

3 Maret 2021

Pembayaran Bunga

Setiap 3 (tiga) bulan

Tanggal Pembayaran Bunga Pertama

3 Juni 2021

 

Nama Sukuk

Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap II Tahun 2021 Seri C

Kode Sukuk

SMWIKA01CCN2

Kode ISIN

IDJ0000180C9

Nilai Emisi

Rp154.100.000.000,00

Tingkat Bunga/Nisbah

42,7632% / 9,75% per tahun

Jangka Waktu

7 (tujuh) tahun

Jatuh Tempo

3 Maret 2028

Tanggal Penerbitan

3 Maret 2021

Pembayaran Bunga

Setiap 3 (tiga) bulan

Tanggal Pembayaran Bunga Pertama

3 Juni 2021

 

BEI menjelaskan, hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk Sukuk Mudharabah Tahap II adalah idA(Sy) (Single A Syariah).

Sukuk mudharabah ini tidak dijamin dengan suatu jaminan khusus, namun dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan, baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada dikemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan Pasal 1132 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia. Hak pemegang Sukuk adalah paripassu tanpa preferen dengan hak-hak kreditur perseroan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Perseroan dapat melakukan pembelian kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruh sukuk mudharabah ini 1 (satu) tahun setelah tanggal penjatahan. Perseroan dapat melakukan pembelian kembali (buy back) dengan tujuan untuk pelunasan sukuk mudharabah atau disimpan, untuk kemudian dijual kembali dengan harga pasar dengan memperhatikan ketentuan dalam perjanjian perwaliamanatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku..

Perseroan tidak melakukan pemotongan zakat atas pembayaran pendapatan bagi hasil dan pembayaran kembali dana sukuk mudharabah. Selain itu, perseroan hanya menerbitkan sertifikat jumbo sukuk mudharabah yang didaftarkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”) dan akan didistribusikan dalam bentuk elektronik yang diadministrasikan dalam penitipan kolektif di KSEI.

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses