OJK jelaskan perkembangan pasar modal syariah terbaru

Otoritas Jasa Keuangan

Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Hoesen mengatakan, sektor pasar modal mampu bertahan dan mencatatkan nilai positif pada akhir 2020. Di mana per 30 Maret, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah berada di level 6000.

“Perkembangan positif ini cerminkan upaya pemulihan kesehatan berdampak positif bagi ekonomi nasional,” kata dia dalam webinar, Kamis (1/4).

Seiring dengan itu, perkembangan positif juga terlihat pada pasar modal syariah. Hal itu dapat dilihat dari produk pasar modal syariah per 26 Maret 2021. Di mana jumlah saham syariah telah mencapai 449, dengan total kapitalisasi Rp3.572 triliun atau 47,8% dari seluruh kapitalisasi pasar modal indonesia sekitar Rp7.400 triliun.

Selain itu, jumlah sukuk yang outstanding berjumlah 168 dengan nilai Rp32 triliun. Sukuk negara yang outstanding sebanyak 67 sukuk dengan nilai mencapai Rp1028 triliun.

Di industri reksa dana, OJK mencatat telah ada 293 reksa dana syariah dengan nilai Asset Under Management (AUM) sekitar Rp80 triliun,” tutur dia.

Kendati begitu, Hoesen menegaskan, OJK akan tetap melakukan pendalaman pasar keuangan syariah. Salah satunya dengan menerbitkan aturan tentang securities crowdfunding pada akhir tahun lalu. Melalui platform finansial teknologi equity crowd funding (ECF) ini, diharapkan menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan jumlah emiten saham syariah di pasar modal.

“Kami juga berharap securities crowdfundin dapat meningkatkan pembiayaan pasar modal. Sekaligus dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha menengah dan mikro industri halal agar dapat pendanaan melalui layanan ini. Salah satunya dengan menerbitkan sukuk,” ucap dia.

OJK juga menyambut baik rencana PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF) menerbitkan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi (EBA-SP) ritel berdasarkan prinsip syariah. Apalagi industri properti telah menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk mengurangi backlog perumahan.

Sementara Dirut SMF Ananta Wiyogo mengatakan, market share ekonomi syariah masih di 9%. Perinciannya perbankan syariah sekitar 6%, dan pasar modal syariah 17,72%.

Penerbitan EBA syariah, selain sebagai sarana memperoleh tambahan sekuritas, juga dapat membantu pemulihan ekonomi nasional melalui meminimalisir terjadinya maturity mismatch (kesenjangan pembiayaan). Selain itu, penerbitan EBA syariah dapat mendukung pendalaman pasar untuk memperluas pasar syariah di Indonesia.

“Kami harap EBA syariah yang akan kami terbitkan, dapat aktif diperdagangkan di pasar modal,” harap dia.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply