Fitch: Pasar sukuk korporasi di RI berpotensi terus tumbuh

Pasar sukuk korporasi dengan mata uang lokal di Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh, demikian dikatakan Fitch Ratings, dalam risetnya baru-baru ini. 

Fitch Ratings menilai, hal itu disebabkan oleh beberapa hal, yakni pasar modal utang negara yang baru tumbuh, kebutuhan pendanaan perusahaan yang besar, diversifikasi pendanaan yang didorong melalui sukuk dan obligasi, kesadaran pembiayaan Islam yang rendah namun tumbuh, dan populasi muslim yang besar di negara itu.

Pandemi Covid-19 telah memperparah perekonomian Indonesia yang menjadi penghambat pengembangan lebih lanjut surat hutang, termasuk sukuk, dalam jangka pendek. Demikian seperti dilansir fitchratings.com.

Untuk itu, perlu memacu pertumbuhan pasar surat hutang yang cepat. termasuk mengembangkan ekosistem keuangan syariah yang mendukung penerbitan sukuk, membangun kerangka peraturan yang efektif, memberikan insentif tambahan bagi penerbit dan investor sukuk korporasi, dan meningkatkan kesadaran pendanaan pasar modal utang dan keuangan syariah pada khususnya.

Sementara pengembangan pasar sukuk mata uang asing akan memakan waktu lebih lama daripada pasar mata uang lokal, karena catatan yang terbatas dan persyaratan yang lebih kompleks.

Ukuran pasar sukuk korporasi Indonesia mencapai US$2,1 miliar pada akhir 2020, dan jauh di belakang tetangganya, Malaysia, yang ukurannya mencapai sekitar US$142 miliar.

Di Indonesia, sukuk menyumbang kurang dari 10% dari total utang pasar modal sektor swasta yang beredar, sementara di Malaysia menyumbang lebih dari 80%. Namun, penerbitan sukuk baru turun 60% pada 2020 sementara penerbitan obligasi domestik baru turun hanya 25%. 

Fitch memandang korporasi Indonesia sebagian besar bergantung pada pinjaman bank untuk pendanaan daripada obligasi dan sukuk. Penerbitan sukuk juga terkendala oleh kurangnya standardisasi, yang mengakibatkan biaya tambahan untuk biaya hukum dan perolehan pendapat dari para ahli syariah. Perlakuan hukum terhadap sukuk dalam keadaan tertekan atau wanprestasi juga belum teruji di Indonesia. 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply