Berikut capaian pasar modal syariah hingga Juni 2021

Pasar Modal Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis Market Update Pasar Modal Syariah Periode Januari-Juni 2021. Dalam rilisnya tersebut, OJK menyebutkan, perkembangan produk pasar modal syariah di 2021 mengalami pertumbuhan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah saham syariah, nilai kapitalisasi pasar ISSI, pertumbuhan sukuk korporasi, dan sukuk negara. Penurunan terjadi pada indeks saham syariah serta jumlah dan Nilai Aktiva Bersih reksa dana syariah.

Jika dibandingkan dengan periode akhir 2020, indeks ISSI mengalami penurunan sebesar 3,12%, sedangkan dari nilai kapitalisasinya mengalami peningkatan sebesar 0,22%. Hal ini tidak terlepas dari peningkatan jumlah saham syariah melalui IPO.

Sedangkan, pertumbuhan dapat dilihat pada produk sukuk, baik sukuk korporasi maupun sukuk negara. Sukuk korporasi mengalami peningkatan 18,20% dari sisi nilai outstanding dan meningkat 11,73% dari sisi jumlah seri outstanding dibandingkan akhir 2020. Peningkatan tersebut disebabkan karena terdapat 25 seri penerbitan sukuk korporasi melalui penawaran umum dengan total penerbitan Rp6,60 triliun dari awal 2021 hingga Juni 2021.

Sukuk negara outstanding mengalami peningkatan dari sisi jumlah sebesar 9,28% secara year to date, bila
dibandingkan akhir 2020, dengan peningkatan sebesar 2,94% dari sisi jumlah outstanding. Sebaliknya, Nilai Aktiva Bersih reksa dana syariah mengalami penurunan sebesar 45,78% Ytd, namun terdapat peningkatan jumlah reksa dana syariah sebesar 1,04% dibandingkan akhir 2020

Saham syariah
Jika dibandingkan dengan akhir 2020, secara umum indeks saham syariah pada 30 Juni 2021 mengalami penurunan. Hal ini dapat terlihat pada indeks ISSI yang mengalami penurunan sebesar 3,12% dibandingkan akhir
2020, namun mengalami peningkatan dari sisi kapitalisasi saham sebesar 0,22%.

Selain itu, indeks JII mengalami penurunan sebesar 13,66%, dengan penurunan nilai kapitalisasi saham sebesar 13,53%. Indeks JII70 juga mengalami penurunan indeks sebesar 12,09% dan penurunan sebesar 9,17% dari nilai kapitalisasi pasar. Namun, apabila dibandingkan dengan nilai terendah indeks pada  24 Maret 2020, indeks saham
syariah saat ini mulai mengalami peningkatan.

Kapitalisasi pasar saham yang tergabung dalam ISSI per akhir Juni 2021 sebesar Rp3.352,26 triliun, meningkat sebesar 0,22% dibandingkan akhir 2020, sebesar Rp3.344,93 triliun. Sementara itu, pada akhir Juni 2021, ISSI ditutup pada level 171,95 atau menurun sebesar 3,12% dibandingkan indeks ISSI pada akhir 2020 sebesar 177,48. Jika dibandingkan pada tanggal 24 Maret 2020, indeks ISSI mengalami peningkatan sebesar 48,30% dan peningkatan nilai kapitalisasi pasar sebesar 44,15%.

Pada periode 30 Juni 2021, indeks JII ditutup pada level 544,30 atau mengalami penurunan sebesar 13,66% dibandingkan akhir tahun 2020. Kapitalisasi pasar JII ditutup pada Rp1.780,19 triliun menurun sebesar 13,53% dibandingkan akhir tahun 2020. Jika dibandingkan pada tanggal 24 Maret 2020, indeks JII mengalami peningkatan sebesar 38,20% dan peningkatan nilai kapitalisasi pasar sebesar 36,09%.

Selanjutnya, indeks JII70 pada akhir Juni 2021, ditutup pada level 193,59 atau menurun 12,09% dibandingkan pada akhir 2020. Kapitalisasi JII70 per akhir Juni 2021 ditutup pada level Rp2.295,59 triliun atau mengalami penurunan 9,17% dibandingkan akhir 2020. Jika dibandingkan pada 24 Maret 2020, indeks JII70 telah mengalami peningkatan sebesar 46,97% dan peningkatan nilai kapitalisasi pasar sebesar 45,23%

IDX-MES BUMN 17 merupakan indeks syariah yang diluncurkan pada 29 April 2021, indeks ini mengalami penurunan sebesar 10,77% dibandingkan penutupan pada 29 April 2021. Kapitalisasi pasar indeks ini juga mengalami penurunan sebesar 4,90% pada Juni 2021, dibandingkan dengan 29 April 2021.

Secara umum, indeks saham syariah mulai mengalami pertumbuhan positif jika dibandingkan dengan level terendah pada penutupan 24 Maret 2020, walaupun jika dilihat secara year to date, terdapat penurunan baik dari sisi indeks maupun nilai kapitalisasi pasar.

Sukuk korporasi
Pertumbuhan sukuk korporasi outstanding melalui penawaran umum hingga semester I-2021, mengalami pertumbuhan positif, dikarenakan nilai penerbitan sukuk korporasi melalui penawaran umum mencapai sebesar
Rp6,60 triliun, lebih banyak dibandingkan nilai sukuk korporasi melalui penawaran umum yang telah jatuh tempo sebesar Rp1,08 triliun.

Berdasarkan data sukuk di atas, maka jumlah seri sukuk outstanding melalui penawaran umum menjadi Rp35,88 triliun, dengan proporsi sebesar 8,16% dibandingkan total total nilai obligasi korporasi dan sukuk korporasi outstanding sebesar Rp439,70 triliun. Sedangkan, jumlah seri sukuk korporasi outstanding sebanyak 181 seri
mencapai 20,45% dari total jumlah 885 obligasi korporasi dan sukuk korporasi outstanding.

Selama periode Januari-Juni 2021, terdapat 25 seri sukuk korporasi yang diterbitkan dan terdapat 6 seri sukuk jatuh tempo.

Reksa dana syariah

Selama Januari hingga Juni 2021, terdapat peningkatan dari sisi jumlah sebesar 1,04% dibandingkan dengan
akhir 2020. Sebaliknya, terdapat penurunan dari sisi Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana syariah sebesar 45,78% dibandingkan akhir  2020, yang sebelumnya sebesar Rp74,37 triliun menjadi Rp40,33 triliun. Penurunan cukup
siginifikan terdapat pada jenis reksa dana syariah terproteksi, dimana terdapat penurunan NAB yang cukup tinggi, yaitu sebesar 96,11% dibandingkan NAB akhir 2020.

Dari total jumlah reksa dana yang aktif per 30 Juni 2021 sebanyak 2.207 reksa dana, proporsi jumlah reksa dana syariah kini telah mencapai 13,23% dari total reksa dana yang aktif tersebut. Adapun proporsi NAB reksa dana syariah kini mencapai 7,52% dari total NAB Reksa Dana aktif sebesar Rp536,11 triliun.

Selain itu, hingga akhir Juni 2021 terdapat 292 reksa dana syariah aktif. Di mana, selama periode Januari hingga Juni 2021 terdapat 11 reksa dana syariah efektif dan delapan reksa dana syariah bubar. 

Sukuk negara

Peningkatan sukuk negara dapat terlihat dari jumlah seri outstanding dan nilai outstanding sukuk negara dari tahun ke tahun. Per akhir Juni 2021, terdapat 70 seri sukuk negara outstanding dengan nilai Rp1.061,64 triliun. Market
share nilai outstanding sukuk negara mencapai 18,61% jika dibandingkan dengan total sukuk dan obligasi negara
outstanding. Selanjutnya, proporsi jumlah sukuk negara mencapai 28,34% dibandingkan jumlah seluruh sukuk dan
obligasi negara.

Peningkatan sukuk negara dapat terlihat dari jumlah seri outstanding dan nilai outstanding sukuk negara dari tahun ke tahun. Kontribusi sukuk negara dalam keuangan syariah memiliki porsi yang besar dibandingkan dengan produk pasar modal syariah lainnya. Pada 2021, pemerintah melakukan penerbitan CWLS Ritel seri SWR002. Penerbitan CWLS Ritel seri SWR002 tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah untuk mendukung Gerakan Wakaf Nasional, membantu pengembangan investasi sosial dan pengembangan wakaf produktif di Indonesia.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply