BEI: Pasar modal syariah berjalan sangat masif dalam 10 tahun terakhir

Pasar Modal Syariah

Pengembangan pasar modal syariah berjalan sangat masif dalam 10 tahun terakhir. Hingga puncaknya BEI mewakili pasar modal syariah memperoleh penghargaan internasional dari Global Islamic Finance Award GIFA Award pada 2019 dan 2020 untuk kategori The Best Islamic Capital Market

Pasar modal syariah di Indonesia telah berkembang pesat dan semakin dilirik oleh investor,” ucap Dirut Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi dalam webinar, Senin (13/4).

Dia menjelaskan, jumlah saham syariah meningkat 82% sejak 2011. Dari 237 saham menjadi 432 saham syariah atau 59% dari total saham.

Sedangkan kapitalisasi pasar saham syariah mencapai 47,9% dari total kapitalisasi pasar, dengan persentase total nilai transaksi saham syariah 60,4%. Volume transaksi syariah mencapai 48,1%, serta frekuensi transaksi saham syariah yang mencapai 62,2% dari total frekuensi transaksi saham di BEI.

Selain itu, berdasarkan data yang dihimpun dari anggota bursa penyedia layanan syariah online trading system (SOTS), sejak peluncuran SOTS pertama pada 2011, jumlah investor syariah telah meningkat lebih dari 16.789%. Dari 531 investor menjadi 89.678 per Januari 2021.

“Hal tersebut menunjukkan bahwa pasar modal syariah semakin menjadi pilihan investasi yang populer bagi masyarakat indonesia. Oleh karenanya, kami yakin pasar modal syariah ke depan akan semakin berkembang dan maju,” ucap dia.

Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Hoesen mengatakan, salah satu tonggak pasar modal syariah adalah diluncurkannya Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) oleh BEI pada 2011. Peluncuran ISSI membuat investor lebih fleksibel dalam berinvestasi di pasar modal syariah. Tidak hanya pada 30 saham syariah yang masuk pada Jakarta Islamic Index tetapi juga saham lain yang masuk pada daftar efek syariah yang tercatat di BEI.

Bersamaan dengan milestone tersebut, pada 10 tahun lalu juga terjadi perubahan pengawasan industri keuangan dengan disahkannya UU tentang OJK.

“Hal yang menggembirakan adalah, hampir semua infrastruktur dan landasan hukum penerbitan efek syariah telah tersedia,” ucap dia.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply