Bank Net Indonesia Syariah tegaskan POJK 12/2000 tak berdampak pada perusahaan

PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk. (BANK), merespons surat Bursa Efek Indonesia (BEI) No:S-01786/BEI.PP3/03-2021 tertanggal 4 Maret 2021 perihal permintaan penjelasan terkait dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

Dalam keterbukaan informasi kepada BEI, manajemen BANK mengaku, berlakunya POJK 12/2000, tidak memiliki dampak terhadap kelangsungan usaha serta kegiatan operasional perseroan.

Untuk diketahui, Peraturan OJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum mengatur dua pokok pengaturan.

Pada pengaturan pertama mengenai pemegang saham pengendali (PSP) bank yang dapat memiliki satu bank atau beberapa bank dengan memenuhi skema konsolidasi bank. Antara lain melalui penggabungan, peleburan/integrasi/akuisisi dan merger. Pengambilalihan diikuti dengan penggabungan, peleburan dan integrasi. Skema ini juga mencakup pembentukan bank baru milik perbankan.

Pada pengaturan kedua, mengenai modal inti minimum bank menjadi minimal Rp3 triliun yang wajib dipenuhi paling lambat 31 Desember 2022. Kewajiban itu dapat dilakukan secara bertahap, yakni Rp1 triliun di 2020 lalu menjadi Rp2 triliun di 2021.

“Perseroan dan pemegang saham perseroan berkomitmen memenuhi kewajiban modal inti minimum sesuai POJK 12/2020,” kata manajemen.

Perseroan juga menegaskan komitmennya untuk tetap tercatat di bursa dengan senatiasa mematuhi peraturan bursa dan peraturan OJK.

Mengenai informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat memengaruhi harga efek perseroan, serta kelangsungan hidup perseroan yang belum diungkapkan kepada publik, BANK menegaskan belum ada informasi material yang dapat memengaruhi harga efek perseroan, serta kelangsungan hidup perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply