Ledok Sambi Kaliurang, Tempat Wisata Tersembunyi Di Yogyakarta

Posted by: Reply 207 Views

Sebuah tempat wisata di lembah Desa Wisata Sambi, Yogyakarta yang dialiri oleh aliran sungai baru-baru ini digadang-gadang sebagai salah satu hidden place yang menawarkan pemandangan ciamik. Kendati demikian, tempat bernama Ledok Sambi yang memungkinkan wisatawan untuk piknik di pinggir sungai bermula dari sebuah warung kecil yang dikelola oleh penyedia jasa outbound yang sudah ada sejak 2004. “Sebelum pandemi, kami selenggarakan outbound melalui pemesanan. Masuk pandemi jadi kosong, tutup sekitar empat bulan. Inisiatif untuk jalan kembali, kami putuskan buka warung kecil, warung kopi,” kata Manajemen Ledok Sambi kepada Kompas.com, Senin (14/12/2020). Baca juga: Gamplong Studio di Sleman, Tempat Shooting Bumi Manusia yang Instagramable Adapun, warung tersebut awalnya berada di atas lembah sebelum lokasi dipindahkan ke lembah bersungai. Menurut perwakilan dari tempat wisata, tidak ingin disebut namanya, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan hal tersebut karena banyak wisatawan keluarga yang mencari tempat wisata luar ruangan. “Akhirnya kami buka warung berkonsep piknik. Makanan tidak bawa sendiri tapi beli di warung kami. Memang targetnya adalah keluarga, kebanyakan yang suka makan di sungai kan anak-anak,” tuturnya. Banyak kegiatan asyik, salah satunya piknik di pinggir sungai Manajemen Ledok Sambi mengatakan bahwa wisatawan dapat menikmati sejumlah kegiatan asyik selama berlibur di Ledok Sambi. Selain naik flying fox dan bermain paint ball, wisatawan juga bisa piknik di pinggir sungai sambil menikmati hidangan yang telah disediakan. Di sana, pengunjung bisa meminjam tikar untuk duduk-duduk di pinggir sungai atau berteduh di beberapa “gazebo” jika matahari sedang terik atau saat terjadi hujan.

“Sebelum pandemi punya paket berkemah yang banyak peminatnya. Selama pandemi kosong banget, jadi kami manfaatkan (tenda) sebagai tempat duduk. Bisa berteduh supaya enggak kena hujan, atau (duduk) sambil nunggu anak main di sungai,” katanya. Perwakilan tempat wisata tersebut juga mengatakan bahwa pengunjung bisa duduk-duduk di meja dan kursi seberang area tenda gazebo. Sementara bagi yang memilih untuk lesehan, pihaknya juga menyediakan meja yang dapat digunakan untuk tatakan makanan.

“Bisa masuk ke dalam tenda. Mereka bisa kemah, tapi Family Camp terbatas hanya untuk tamu yang tinggal di Yogyakarta untu sementara ini,” ungkapnya. “Kami batasi semalam empat keluarga, atau maksimal 30 orang. Jarak satu keluarga dengan yang lain cukup agak jauh,” sambungnya. Bagi anak-anak yang ingin bermain di sungai, pihak Ledok Sambi meminjamkan ban sebagai pelampung agar mereka bisa main air dengan aman. Di sana juga ada kegiatan river tubing khusus untuk anak-anak. Namun, Manajemen Ledok Sambi mengatakan, saat ini kegiatan seharga Rp 20.000 belum dapat dioperasikan. Sebab, saat ini sungai belum memiliki pemisah untuk jalur river tubing. Selain itu, sungai juga digunakan oleh banyak wisatawan sehingga dirasa cukup riskan di tengah pandemi Covid-19. “Tubing di sungai sementara ini belum kami buka. Tubing ada jalur khusus, biasa kami tata supaya ada jeram. Kalau sekarang satu aliran sungai buat banyak orang,” tuturnya. Kerja sama dengan warga desa Ledok Sambi terletak di dalam Desa Wisata Sambi. Alhasil, kerja sama pun terjalin antara pihak tempat wisata dan warga setempat.

Salah satu bentuk kerja samanya adalah ibu-ibu desa tersebut menyiapkan makanan yang dijual dalam paket outbound. “Banyak warga yang kerja di tempat kami. Operator beberapa permainan kayak flying fox juga warga yang sudah kami latih. Kursi banyak yang kami sewa dari warga,” ucap Manajemen Ledok Sambi. Harga tiket masuk Ledok Sambi Ledok Sambi berlokasi di Jalan Kaliurang KM 19, Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Jam operasionalnya adalah setiap hari mulai pukul 08:00-17:00 WIB. Saat ini, wisatawan bisa masuk ke sana secara gratis. Meski begitu, pihak tempat wisata menyediakan kotak sukarela. “Kami tidak tahu kedepannya bagaimana. Cuma selama pandemi ini kami maunya sediakan tempat wisata murah tapi enak dan bersih,” kata Manajemen Ledok Sambi.

Jika ingin piknik di pinggir sungai, pengunjung bisa beli beberapa makanan seperti kentang goreng, lima tempe mendoan, pisang goreng, nasi sayur, nasi ayam goreng laos, dan mi goreng/rebus. Sementara untuk minuman yang tersedia beberapa di antaranya adalah robusta/arabika kopi ledok, kopi merapi, kopi vietnam drip, robusta kopi susu ledok, dan cokelat ledok. Harga makanan berada pada kisaran Rp 4.000 – Rp 18.000. Sementara harga minuman adalah sekitar Rp 5.000 – Rp 15.000. Untuk naik flying fox, harganya adalah Rp 25.000 per orang. Sementara paint ball adalah Rp 50.000 per orang untuk minimal dua orang pemain. “Paint ball per orang 50 peluru. Dulu paint ball terima minimal 20-25 orang, sekarang bisa dua orang saja,” tuturnya.

travel.kompas.com/read/2020/12/16/122100827

/ledok-sambi-kaliurang-tempat-wisata-tersembunyi-di-yogyakarta?page=
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply