LIPI: 15 infrastruktur riset dibiayai SBSN

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko mengatakan, LIPI merupakan salah satu pemrakarsa pembiayaan SBSN untuk sektor IPTEK sejak 2018.

“Hingga sekarang total ada 15 proyek baik yang sudah kami eksekusi, sedang dieksekusi, dan sudah disetujui dan akan kami usulkan untuk dibiayai SBSN,” jelasnya seperti dilansir dari lipi.go.id, Rabu (20/1).

Handoko menjelaskan infrastruktur riset yang dibangun, nantinya dapat digunakan masyarakat luas, baik untuk akademisi maupun industri. Dengan begitu, infrastruktur riset yang menjadi laboratorium nasional ini bisa dipastikan bermanfaat tinggi dan berkesinambungan.

“Kami harapkan langkah ini dapat menjadi awal pembangunan ekonomi berbasis IPTEK,” papar Handoko.

Salah satu contoh infrastruktur riset yang dibangun LIPI dengan program pembiayaan SBSN adalah Laboratorium Biosafety Level-3 (BSL-3) yang sudah rampung dieksekusi. BSL-3 mulai dibangun pada 2018 yang sekarang menjadi tulang punggung riset terkait Covid-19. BSL-3 kini sudah bekerjasama dengan pihak swasta untuk membangun Lab BSL-2 yang menjadi lab tes PCS terbesar di Indonesia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, program pembiayaan SBSN 2020 telah membiayai proyek infrastruktur delapan kementerian/lembaga, dengan total nilai pembiayaan sebesar Rp27, 35 triliun yang terdiri dari 630 proyek yang tersebar di 34 provinsi.

“Realisasi proyek SBSN sampai dengan akhir 2020 mencapai 90,96% dari nilai pagu pembiayaan SBSN. Alokasi SBSN Proyek Tahun Anggaran 2021 meningkat menjadi Rp27,58 triliun,” jelas Luky.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply