Inilah strategi BI menguatkan ekonomi dan keuangan syariah

Logo ekonomi syariah

Dalam upaya mengakselerasi masa pemulihan di 2021, Bank Indonesia telah mencanangkan implementasi tiga strategi penguatan yang akan difokuskan pada beberapa kebijakan pada ekonomi dan keuangan syariah. Berdasarkan Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah 2020, bauran kebijakan yang diimplementasikan pada 2021 akan mencakup ketiga pilar blueprint secara komprehensif sesuai rencana penguatan pada tahapannya

Pada Pilar 1, yaitu ekonomi syariah, instrumen kebijakan difokuskan pada implementasi ekosistem halal value chains (HVC) yang antara lain akan mencakup beberapa program kemandirian ekonomi pesantren, dukungan UMKM syariah ke pasar global, perluasan implementasi Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (Hebitren) dan dukungan pengembangan kawasan industri halal.

Pada Pilar 2, yaitu keuangan syariah, instrumen kebijakan difokuskan pada pengembangan instrumen keuangan syariah, serta integrasinya dengan keuangan sosial syariah sebagai alternatif pembiayaan.

Sedangkan pada Pilar 3, yaitu riset, edukasi, dan sosialisasi, instrumen kebijakan difokuskan pada kampanye keilmuan dan peningkatan literasi eksyar.

Dalam implementasi strategi penguatan ekonomi dan keuangan syariah ini, Bank Indonesia terus mempererat sinergi dengan pemerintah bersama K/L terkait, serta asosiasi, maupun pelaku usaha syariah di berbagai skala usaha.

Dari sisi sektoral, implementasi strategi penguatan di 2021 diselaraskan dengan sinergi kebijakan nasional oleh pemerintah untuk pemulihan ekonomi. Untuk itu, sejalan dengan ketahanan pangan merupakan salah satu fokus strategi pemulihan oleh pemerintah, sektor unggulan HVC eksyar juga akan diprioritaskan pada sektor pertanian, khususnya tanaman pangan dan tanaman hortikultura.

Bank Indonesia akan mendukung upaya peningkatan ketahanan pangan melalui implementasi model bisnis pertanian program kemandirian pesantren, dengan bersinergi antara lain bersama Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, serta Kementerian Koperasi dan UMKM. Selanjutnya, seluruh penguatan pada area
prioritas utama di atas akan terus dilanjutkan hingga memasuki tahap implementasi nasional.

Berbagai elemen dalam pilar pengembangan akan terus diperkuat dan diperkaya dengan inovasi teknologi tepat guna berbasis digital, termasuk dalam pengembangan inkubator bisnis pada sektor prioritas. Upaya peningkatan penyaluran pembiayaan syariah untuk kebutuhan usaha syariah, akan ikut terakselerasi dengan pemanfaatan teknologi digital, yang juga sejala dengan visi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 dalam mendukung inklusi ekonomi di era digital.

Untuk itu, kolaborasi dan sinergitas antar otoritas dan pihak terkait lainnya merupakan salah satu kunci efektivitas transformasi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia dalam akselerasi pemulihan ekonomi dengan mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan mengantarkan Indonesia mencapai visi Indonesia Maju

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply