Gunakan logo halal palsu, pemerintah Malaysia gerebek pabrik mie instan

Produk Halal

Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Urusan Konsumen (KPDNHEP) cabang Selangor menyita 1,12 juta bungkus mie instan berbagai merek, dari sebuah pabrik, dengan dugaan menggunakan logo halal yang tidak disertifikasi oleh Departemen Pembangunan Islam Malaysia (Jakim).

Direktur KPDBHEP Muhamad Zikri Azan Abdullah mengatakan, penggerebekan di lokasi yang terletak di Kawasan Industri Terpadu Rawang dilakukan oleh petugas penegak hukum setelah sebulan pengawasan.

Logo halal perusahaan yang dikeluarkan Jakim dibatalkan pada 28 Oktober tahun lalu, dengan alasan perusahaan tidak mematuhi persyaratan kepatuhan halal terutama terkait kebersihan tempat.

“Saat penggerebekan, perwakilan perusahaan juga menginformasikan bahwa mereka telah mengajukan banding terkait pencabutan sertifikat halal, namun ditolak karena perusahaan gagal menindaklanjuti instruksi departemen agama dalam jangka waktu yang ditentukan,” ujarnya dalam keterangan tertulis seperti dilansir Bernama pada 7 Januari 2021.

Kementerian juga menyita produk lain yang berlogo halal tidak bersertifikat, termasuk 2,69 juta unit kemasan plastik mie instan, 42.000 unit kotak kemasan makanan dan 258 gulungan bungkus plastik, yang diperkirakan bernilai RM1,49 juta.

Kasus ini sedang diselidiki berdasarkan Paragraf 4 Pesanan Deskripsi Dagang (Definisi Halal) 2011 dan Peraturan 4 Urutan Deskripsi Dagang (Sertifikasi dan Penandaan Halal) 2011. 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply