Sri Mulyani sekarang didampingi tenaga ahli komunikasi keuangan syariah

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Jumat (5/2) melantik Indah Pertiwi Nataprawira sebagai Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Keuangan Syariah.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani menyampaikan harapan agar Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Keuangan Syariah, bisa memperkuat kemampuan komunikasi Kementerian Keuangan.

Di mana sebagai rumah dari perekonomian nasional keuangan syariah, tetapi banyak sekali masyarakat yang masih memiliki persepsi atau mispersepsi terhadap peranan Kementerian Keuangan dan peranan dari komite serta tugas-tugas untuk menjalankan dan menjaga keuangan negara di satu sisi serta mendukung dan membangun ekonomi Islam.

Dalam prosesi pelantikan, Menkeu mengharapkan kepada seluruh pejabat yang baru dilantik, agar menggunakan seluruh pengalaman dan seluruh ilmu serta network yang dimiliki serta bekal leadership untuk langsung melaksanakan tugas mulai malam hari ini.

“Tanpa adanya reservasi atau tanpa adanya jeda untuk belajar karena memang negara, perekonomian, masyarakat dan Kementerian Keuangan, mengharapkan Anda untuk langsung berkarya menjalankan tugas dengan penuh profesionalitas kompetensi dan integritas, sehingga kita bisa terus menjalankan langkah-langkah penanganan covid dan penanganan untuk dampak dari pandemi covid yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” papar dia.

Sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, Indonesia memiliki potensi yang besar pada perkembangan industri keuangan syariah. Potensi ini didukung dengan jumlah penduduk muslim dan adanya kenaikan dari kelas menengah yang memberikan dukungan kebutuhan pelayanan keuangan syariah. Perkembangan industri ini juga diakibatkan oleh stabilitas dan daya tahan keuangan syariah di tengah krisis.

Perkembangan industri keuangan syariah ini dibuktikan dengan semakin bertambahnya total aset keuangan syariah sejak berdirinya bank syariah pertama di Indonesia pada 1992.

“Total aset keuangan syariah tidak termasuk saham syariah mencapai Rp1.710,16 triliun atau US$114,64 miliar dengan market share 9,69%. Aset keuangan syariah tersebut meliputi aset perbankan syariah sebesar Rp575,85 triliun, industri bukan bank syariah Rp111,44 triliun, dan pasar modal syariah Rp1.022,87 triliun,” ungkap Menkeu pada Sharia Business and Academic Synergy yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Selasa (29/12).

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply