Sinergitas global antara Indonesia dengan pemangku kepentingan halal dunia harus diperkuat

Produk Halal

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama kembali menggelar The 3rd International Halal Dialogue (IHD) 2021. Kegiatan tahunan tersebut digelar dalam rangkaian kegiatan 8th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

Kegiatan IHD 2021 mengusung tema “Mewujudkan Pentingnya Standar Halal Global” dan diikuti oleh berbagai lembaga halal dari berbagai negara, asosiasi, kedutaan, peneliti, pelaku usaha, dan juga para pemangku kepentingan halal di Indonesia. Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham mengatakan, melalui kegiatan tersebut, BPJPH memastikan bahwa penguatan sinergitas global dalam penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) menjadi salah satu kunci dalam upaya mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia pada 2024.

“Sinergitas global antara Indonesia dengan seluruh elemen pemangku kepentingan halal dunia harus kita perkuat, dan hal itu menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan cita-cita Indonesia untuk menjadi produsen halal terbesar di dunia pada 2024.” kata Aqil Irham dalam sambutannya di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Jumat (29/10).

Lebih lanjut, Aqil Irham juga mengatakan bahwa halal telah mewujud dalam banyak ekosistem dan menjadi salah satu perhatian dunia karena memiliki pangsa pasar yang besar dan nilai yang menjanjikan. Produk halal yang terdiri atas barang dan jasa seperti makanan, minuman, produk farmasi, kosmetik, berbagai macam barang gunaan, hingga pariwisata dan energi terbarukan telah menjadi komoditas yang sangat diminati baik oleh produsen maupun konsumen secara global.

Minat dan kebutuhan akan produk halal telah tumbuh secara lintas teritorial, lintas batas geografis dan demografis, terlepas dari latar belakang agama, pendidikan, suku, budaya, dan bahasa. Keadaan ini telah menjadikan halal sebagai kesadaran global dan bagian dari trend halal yang mondial.

Menariknya, salah satu kontributor terbesar dari meningkatnya permintaan produk halal global saat ini berasal dari generasi Z (atau yang lain menyebutnya i-gen). Di Indonesia khususnya, sekitar 75% dari total penduduk (270 juta orang) memiliki akses sosial media, dan hampir 80% dari jumlah tersebut adalah generasi Z atau i-gen. Generasi tersebut merupakan generasi revolusi industri 4.0 terbesar dan paling sering menggunakan media sosial yang tumbuh di tengah-tengah perubahan iklim, serangan siber, pandemi Covid-19, dan di era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity).

“Oleh karena itu, pada perkembangannya saat ini produk halal juga harus dikelola dan terhubung dengan platform digital atau digital halal database.” kata Aqil irham, seperti dilansir dari halal.go.id.

Penggunaan digital signature hingga QR code dan barcode dalam sertifikat halal sebagaimana yang telah diaplikasikan BPJPH, lanjutnya, juga mempermudah konsumen melakukan akses, memberikan informasi terkait status sertifikat halal, bahan baku, lembaga sertifikasi, dan lain sebagainya. Teknologi digital juga akan banyak membantu produsen dan konsumen produk halal terkait akses daftar lengkap produk ritel dan industri yang menyediakan produk halal, dan hal lain terkait produk halal.

“Ini merupakan peluang sekaligus tantangan yang harus dijawab dengan upaya nyata, salah satunya melalui penguatan sinergi global dalam pengembangan produk halal,” tandas Aqil Irham.

Oleh karena itu, Aqil Irham memastikan bahwa gelaran IHD 2021 ini sangat penting untuk BPJPH Kemenag, khususnya dalam beberapa hal. Pertama, melalui forum global ini, BPJPH dapat menciptakan kesadaran, kolaborasi, dan sinergi antara berbagai pemangku kepentingan di tingkat global.

Kedua, komitmen pemerintah Indonesia dalam implementasi regulasi Jaminan Produk Halal khususnya sertifikasi halal yang telah dilaksanakan secara mandatory sejak 17 Oktober 2019 perlu disosialisasikan kepada pemangku kepentingan halal global. Undang-undang (UU) No. 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal, UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 39/2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal menjadi bagian dari materi yang dipaparkan di forum diskusi.

Ketiga, BPJPH Kemenag juga telah menerima banyak proposal kerja sama dari berbagai negara di dunia. Saat ini sejumlah MoU juga telah ditandatangani, dan sebagian lainnya masih dalam proses penandatanganan nota kesepahaman. Kerja sama internasional dalam penyelenggaraan Jaminan Produk Halal tersebut harus terimplementasikan secara konkret. Dengan begitu, kerja sama akan berimplikasi pada kemajuan industri halal yang membawa kemanfaatan dan kesejahteraan bagi bangsa.

 

 

 

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dalam rangka mempercepat proses kemandirian dan meningkatkan kuantitas berita yang ditayangkan di portal kesayangan Anda ini, kami mengharapkan kesedian Anda untuk berdonasi melalui:

Bank Syariah Indonesia (dahulu Bank Syariah Mandiri): (451) 703 908 1002

Terima kasih atas perhatiannya, sekecil apapun perhatian Anda, pasti kami hargai. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses