Sekum PP Muhammadiyah menyebut ada dua karakteristik ekonomi di Alquran

Logo Muhammadiyah

Mengkaitkan antara Alquran dengan ekonomi, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyebut ada dua karakteristik yang menarik di dalamnya. Dalam kelompok surah Makkiyah, lebih banyak membicarakan ekonomi dalam bentuk perdagangan dan kelompok surah Madaniyah berbicara pertanian.

Mu’ti menjelaskan, kelompok surat Makkiyah selaras dengan karakter penduduk Mekkah yang mayoritas sebagai pedagang. Bahkan dalam QS. Quraisy, orang Mekkah pada zaman dahulu bahkan sebelum masa nubuwah Muhammad, mereka sudah melakukan transaksi dagang ekspor-impor. Tradisi perdagangan begitu kuat melekat pada peradaban orang-orang Mekkah.

“Sedangkan ayat yang turun di Madinah itu banyak ayat yang berkaitan dengan pertanian, karena masyarakat Madinah itu adalah masyarakat petani. Sehingga kemudian karakter ayatnya menjadi berbeda,” tuturnya pada Minggu (12/12) di acara Resepsi Milad ke-109 Muhammadiyah yang diadakan PDM Lamongan.

Mu’ti melanjutkan, ayat-ayat Makkiyah yang banyak menerangkan tentang perdagangan itu berkaitan dengan semangat bisnis dan kejujuran di dalam bisnis. Tentang kejujuran dalam berbisnis, disinggung dengan jelas di QS. Al Mutaffifin. Karakter tamak pedagang penduduk Mekkah waktu itu juga disinggung dalam QS. At Takatsur.

“Pedagang itu punya kecenderungan kalau sudah kaya itu memamerkan kekayaannya, sehingga diingatkan dengan itu. Dan yang diingatkan Alquran itu terjadi sekarang,” imbuhnya seperti dilansir dari muhammadiyah.or.id.

Sementara kelompok ayat Madaniyah, yang lebih cenderung berbicara tentang pertanian sehingga banyak yang menyinggung tentang investasi. Antara perdagangan dengan pertanian, keduanya diberikan porsi yang indah dalam Alquran.

Meski ekonomi melalui bisnis seringkali berakibat melalaikan dari tugas kehambaan terhadap Allah sebagaimana banyak disinggung dalam ayat-ayat Alquran, namun Allah tidak melarang bisnis. Jadi umat Islam itu jangan antibisnis, jangan antiperniagaan.

“Dua bisnis ini menjadi kunci dunia bisnis masa sekarang. Oleh karena itu Muhammadiyah memperkuat bisnis sebagai bagian dari tiga pilar dakwah yang utama, yaitu usaha dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” ungkap Mu’ti.

Saat ini dalam bidang pendidikan dan kesehatan Muhammadiyah diakui oleh banyak pihak sebagai organisasi non-pemerintah dengan pelayanan pendidikan dan kesehatan terbesar. Akan tetapi pada bidang ekonomi, Muhammadiyah saat ini masih berharap kedepan bisa mengikuti dua sebelumnya untuk menjadi yang terbesar.

“Yang ekonomi saya kira, mudah-mudahan menjadi the potential giant in economic. Giant itu kecil tetapi punya pengaruh besar, dan sekarang mulai tumbuh di mana-mana,” harap Mu’ti

 

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dalam rangka mempercepat proses kemandirian dan meningkatkan kuantitas berita yang ditayangkan di portal kesayangan Anda ini, kami mengharapkan kesedian Anda untuk berdonasi melalui:

Bank Syariah Indonesia (dahulu Bank Syariah Mandiri): (451) 703 908 1002

Terima kasih atas perhatiannya, sekecil apapun perhatian Anda, pasti kami hargai. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply