Pemerintah targetkan Jakarta sebagai pusat fesyen muslim dunia

Fesyen Muslim Indonesia

Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 yang diselenggarakan pada 21 Oktober hingga 4 November 2021 ini, dipastikan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu pembedanya adalah akan adanya forum khusus terkait industri halal, yaitu Halal TEI Forum berkolaborasi dengan Indonesian Fashion Chamber. Di mana juga akan menyelenggarakan Moslem Fashion Festival dengan rangkaian kegiatan moslem fashion show dan juga talk show.

“Hal ini kami lakukan sebagai upaya nyata untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat produk/industri halal dunia serta menjadi pusat fesyen muslim dunia,” kata dia saat pembukaan TEI ke-36, Kamis (21/10).

Dia menambahkan pemerintah ingin menjadikan Jakarta sebagai pusat fesyen muslim dunia. Pemerintah sendiri sudah melakukan perhitungan untuk merealisasikan rencana tersebut, bahkan akan mendatangkan panel ahli untuk duduk bersama-sama dan memastikan target yang sudah dicanangkan bisa terealisasi.

Misanya pada sektor fesyen yang sepertinya belum memiliki branding. Masih dianggap sebagai komoditas dengan warna bisa sama tetapi harganya beda tipis. Ini karena produk fesyen muslim Indonesia masih dianggap sebagai komoditas dan untuk bisa menjadi premium, harus membuat standardnya, modelnya, dan mempekerjakan expert.

“Saya bersama Indonesia Fashion Chamber akan duduk bersama-sama memanggil panel ahlinya. Memastikan ada standardnya dan yang bisa membedakan apakah ini produk indonesia atau bukan, misalnya melalui mereknya. Sehingga bisa menjual dengan harga premium,” tutur dia.

Mendag mengaku optimistis rencana tersebut dapat terealisasi. Apalagi kebutuhan industri halal dunia terus meningkat. Terutama yang berasal dari negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang penduduknya mencapai 1,8 miliar dan mayoritas penduduk berusia muda. 

Di sisi lain, jumlah penduduk muslim Indonesia yang mencapai 270 juta mestinya bisa menjadi demand factor dan faktor pelontar untuk ekspor produk halal ke mancanegara. Termasuk di dalamnya diaspora Indonesia.

“Nanti kita akan mempunyai desk Indonesia cycle untuk memastikan diaspora indonesia akan menjadi agen/elatase ekspor,” ucap dia.

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply