KNEKS ungkap realisasi sejumlah program MEKSI 2019-2024

Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS)

Direktur Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat, menjelaskan realisasi Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024 yang diluncurkan Presiden, pada Mei 2019.

Seperti diketahui, ada empat langkah dan strategi utama dalam masterplan tersebut. Pertama, penguatan halal value chain dengan fokus pada sektor yang dinilai potensial dan berdaya saing tinggi. Kedua, penguatan sektor keuangan syariah dengan rencana induk yang sudah dituangkan dalam Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (MAKSI) sebelumnya dan disempurnakan ke dalam rencana induk ini. Ketiga, penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama halal value chain. Keempat, penguatan di bidang ekonomi digital utamanya perdagangan (e-commerce, market place) dan keuangan (teknologi finansial) sehingga dapat mendorong dan mengakselerasi pencapaian strategi lainnya.

“Selanjutnya sudah diturunkan pada rencana aksi apa saja yang dilaksanakan pada setiap tahunnya hingga 2014,” jelas dia dalam halalbihalal Pegiat Ekonomi Syariah Nasional 1442 H secara daring, Kamis (20/5).

Dia menambahkan, rencana aksi tersebut dinamakan Rencana Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024. Di mana penyusunannya melibatkan sejumlah stakeholders, seperti DSN MUI, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI)

Ketika Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin menjadi Ketua Harian KNEKS, rencana aksi tersebut diturunkan lagi dalam buku kerja dan menginformasikan siapa saja yang terlibat di dalamnya. Kemudian melakukan sinkronisasi program kerja.

“Karena sebenarnya di Indonesia banyak yang lebih awal dalam mengembangkan ekonomi syariah daripada pemerintah. Misalkan saja DSN MUI, MES dan IAEI,”  tuturnya.

Lewat rapat sinkronisasi yang melibatkan banyak pihak itu, kemudian dibuatkan nota kesepakatan apa saja yang akan dikerjakan.

Dalam konteks itu, KNEKS ditegaskan bukan sebagai eksekutor. Tetapi KNEKS di antaranya memberikan rekomendasi kebijakan, memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan program perkembangan ekonomi syariah.

“Munculnya BSI, merupakan bagian dari realisasi masterplan. Begitu juga dengan kawasan industri halal. Penguatan ekonomi digital juga sudah dilakukan. Di antaranya dengan memunculkan Layanan Syariah LinkAja. Dari sisi pengembangan kurikulum, juga sudah ada minimal standardisasi prodi S1 ekonomi syariah yang kemudian didetailkan dengan adanya mata kuliah inti dan pembuatan buku teks mata kuliah. Sekarang sudah membuat tiga dari rencana 10 buku,” papar dia.

KNEKS juga sudah memunculkan brand ekonomi syariah yang diharapkan mampu mengundang orang untuk pengin lebih tahu mengenai ekonomi dan keuangan syariah, sehingga tertarik dan menjadi rasionalis ketika mempergunakan jasa lembaga keuangan syariah.

“Wapres selalu mengawal ini. Bahkan beberapa menteri sudah dipanggil untuk mendorong pelaksanaan buku kerja. Termasuk mendorong konversi Bank BPD,” kata dia lagi.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply