Ketua OJK ungkap aspek penting pengembangan ekonomi dan keuangan syariah

Otoritas Jasa Keuangan

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkapkan beberapa aspek penting dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

Apa saja? Berikut penuturannya melalui Youtube OJK

Lembaganya
Menurut Wimboh, jumlah lembaga tidak menjadi jaminan menjadi mainplayer. Apalagi jika lembaga itu tidak bisa menawarkan produk yang memberikan value kepada masyarakat.

“Value itu bisa harganya murah. Kualitas bagus. Pelayanan bagus. Produknya jangan-jangan tidak ada izin syariah,” tutur dia.

Maka dari itu, lembaganya harus betul-betul menawarkan produk syariah yang totalitas, alias semua ada.

“Kalau kami review berdasarkan survei OJK, ternyata belum semuanya begitu. Biasanya produk keuangan syariah lending, lending, lending, lending dan lending. Padahal masyarakat kita, bukan hanya mau lending. Lending pun biasanya harganya lebih mahal, pelayanannya tidak menjamin menjadi lebih bagus,” papar dia.

Makanya, OJK mengupayakan agar lembaganya yang pertama harus dibetulkan. Dengan begitu lembaga tersebut sizeable, kompetitif, mempunyai knowledge, dan inovatif.

“Makanya kami melakukan terobosan dengan adanya satu bank syariah yang besar. Ini adalah cita-cita kita. Kami harapkan buku tiga menjadi buku empat, bahkan kalau ada buku lima atau enam. Pokoknya yang terbesarlah. Ini yang harus kita lakukan. mimpi yang harus kita lakukan. tanpa itu tidak bisa memberikan produk yang sesuai dengan ekspektasi masyarakat,” papar dia.

Prasarana
Sekarang ini lembaga keuangan syariah harus memiliki teknologi canggih. Apalagi masyarakat sekarang sudah teknologi minded. Sehingga ketika membutuhkan service, tidak perlu datang ke bank.

“Jaringanya juga harus ada di mana-mana. Ini tantangan kita,” ucap dia.

Variasi produk
Mungkin hanya mengandalkan produk perbankan sendiri tidak bisa, harus ada asuransinya. Juga harus ada asuransi yang terkait dengan lembaga pembiayaannya.

“Ada segmen syariah yang tidak masuk perbankan tetapi bisa masuk ke lembaga pembiayaan, sehingga produk ini menjadi penting,” kata dia

Customer
Customer ini harus mendapatkan edukasi bagaimana beauty of product syariah. Sehingga masyarakat menjadi mengerti kalau produk ini juga mengandung risiko. Meskipun seharusnya syariah itu riskless, tetapi belum tentu.
Edukasi penting dilakukan apalagi kalau sudah terkait dengan teknologi

Satu ekosistem
Maksudnya dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua harus dibungkus menjadi satu.

“Kami menciptakan industri halal, pariwisata halal, fashion halal, sehingga lifestyle orang tadi bisa kita serve semua. OJK sendiri mengembangkan produk pasar modal yang syariah. Ada fintech syariah, crowdfunding syariah, hingga securities crowdfunding syariah. Ini semua dalam satu ekosistem sehingga ini nanti menjadi satu ekosistem yang lengkap,” papar dia.

Termasuk di dalamnya dalam mengembangkan SDM. SDM tidak mungkin dibina sendiri-sendiri oleh satu lembaga keuangan syariah. Makanya perlu satu lembaga sebagai satu pendobrak dalam pengembangan SDM ini, dan akan lebih bagus jika dilakukan bersama-sama.

“Kalau ekosistem ini berjalan dengan baik, otomatis perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia akan berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” tutur dia.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply