Kepala HSC IPB University: Peluang kerja di industri halal terbuka lebar

Kepala Halal Science Center (HSC) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University Khaswar Syamsu menyebutkan, permintaan produk halal akan semakin meningkat. Ini karena peminat produk halal tidak hanya umat Islam. Demikian dikatakannya dalam webinar Halal Expert Talk: Peluang Kerja Jaman Now di Industri Halal, (24/9).

Ia mengatakan bagi umat Islam, menggunakan produk halal menjadi suatu keharusan. Sementara bicara halalan toyyiban more than just quality. Bicara halalan toyyiban lebih kepada mutu dan kewajiban religius bagi umat Islam.

“Ada jaminan keamanan, kesehatan sehingga ada kebutuhan pasar baru karena terkait jaminan baru. Produk halal kini tidak hanya untuk umat muslim akan tetapi juga disukai oleh selain umat Islam,” imbuh Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian IPB University ini.

Dalam bidang pariwisata, imbuhnya, juga sudah banyak ditemui pariwisata halal. Seperti contoh pariwisata halal di Jepang.

“Wisata halal di Korea pun sudah banyak, juga di Thailand. Tetapi untuk urusan halal, Indonesia kalah dengan Thailand yang mayoritas penduduknya bukan muslim,” ucapnya seperti dilansir dari ipb.ac.id.

Terkait pasar potensial produk halal, Khaswar menyebutkan beberapa hasil survei yang telah dipublikasikan, mengungkap angka populasi muslim dunia ada 24,9%. Selain itu, populasi muslim di Indonesia sebesar 87,2% dari 273 juta penduduk Indonesia.

“Populasi muslim kita terbesar di dunia. Permintaan untuk produk-produk halal sangat besar. Itulah kenapa halal menjadi isu sensitif di Indonesia,” imbuh Pakar Rekayasa Bioproses IPB University ini.

Sehingga dari angka tersebut, menurutya, permintaan pasar untuk produk-produk halal sangat besar. Menurut survei, umat Islam dunia menghabiskan sekitar US$2,2 triliun pada 2019 di seluruh sektor makanan, obat obatan, kosmetik, busana, perjalanan dan media rekreasi.

“Ditargetkan mencapai US$2.3 triliun pada 2024. Angka-angka ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi muslim global dan karena kesadaran kualitas produk halal,” ucapnya lagi.

Dengan demikian, lanjutnya, peluang kerja pada industri halal terbuka lebar. Ditambah lagi dengan adanya Undang-Undang No.33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Maka semakin terbuka peluang kerja sebagai penyelia halal pada setiap industri dan auditor halal eksternal pada lembaga pemeriksa halal.

“Baik penyelia halal maupun auditor halal eksternal harus profesional dan kompeten. Dibuktikan oleh sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi dari lembaga yang berkompeten,” tutupnya.

Dalam kesempatan ini juga hadir narasumber Founder Paragon Technology and Innovation Nurhayati Subarkat. Nurhayati menyampaikan terkait potensi dan perkembangan industri halal di Indonesia.

Selain itu, hadir juga Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nur Wahid, yang menyampaikan terkait pentingnya kompetensi dan sertifikasi di dunia kerja.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply