ISEI Jakarta: Ekonomi syariah berpotensi jadi sumber ekonomi baru yang inklusif

Keuangan Syariah

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jakarta Inarno Djajadi mengatakan, pandemi telah memengaruhi ekonomi global. Untuk itu, pemerintah telah berikan serangkaian stimulus yang diharapkan menjadi momentum untuk memikirkan sistem ekonomi yang stabil, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

“ISEI melihat, ekonomi syariah berpotensi menjadi sumber ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan. Prinsip dasar ekonomi syariah adalah memastikan aktivitas transaksi keuangan didasarkan pada aset atau proyek riil sehingga ekonomi syariah dapat berperan penting dalam mendukung perbaikan struktur ekonomi, pengembangan sektor riil dan mendukung pengembangan ekonomi secara berkelanjutan,” kata dia dalam webinar, Rabu (17/3).

Jika melihat berbagai negara, setidaknya ada lima kunci sukses dalam membangun ekonomi syariah, yaitu:
1. Dukungan penuh dari pemerintah
2. Dicanangkan sebagai program nasional
3. Adanya badan khusus untuk koordinasi lintas otoritas
4. Fokus memanfaatkan keunggulan kompetitif suatu negara
5. Adanya strategi nasional yang mencakup reformasi struktural pemerintah dan paradigma masyarakat.

Jika dilihat, pemerintah telah memberikan dukungan nyata melalui peluncuran masterplan ekonomi syariah indonesia sebagai program dan strategi nasional oleh presiden pada 14 Mei 2019. Pemerintah juga telah membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah atau disingkat dengan KNEKS, sebagai badan khusus koordinasi.

“Dengan demikian pengembangan ekonomi syariah di Indonesia bisa dipercepat dan diperluas,” ucap dia.

Sementara Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Erick Thohir mengatakan, diproyeksi pada 2025, Indonesia akan memiliki 184 juta penduduk populasi dewasa. Di mana, lebih dari 50% merupakan kalangan menengah atas dan mayoritas bekerja di sektor swasta. Hal tersebut menjadi potensi besar bagi penyedia jasa institusi syariah.

Dibandingkan negara muslim lainnya, Indonesia memang sedikit terlambat menerapkan sistem keuangan syariah. Indonesia memulai sistem ekonomi syariah pada 1991, dengan berdirinya Bank Muamalat. Sementara Malaysia mulai menerapkan ekonomi syariah sejak 1963.

“Namun alhamdulillah, jasa keuangan syariah terus tumbuh.bahkan di tengah pandemi ini, sektor jasa keuangan syariah mampu tumbuh cukup pesat. Pertumbuhan aset perbankan syariah pada 2020 meningkat 10,9% sedangkan konvensional 7,7%. Dana pihak ketiga perbankan syariah juga naik 11,56% sedangkan konvensional 11,49%. Dari sisi pembiayaan pertumbuhan bank syariah 9,42%, sedangkan konvensional 0,55%,” papar dia.

MES periode 2021-2023 memiliki misi mendukung Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Hal ini sejalan dengan masterplan ekonomi syariah Indonesia 2019-2024 yang diterbitkan KNEKS. Keselarasan ini penting untuk menciptakan harmoni dan sinergi upaya keuangan syariah secara terintegrasi.

“Empat strategi utama MES adalah dengan penguatan rantai nilai halal, penguatan keuangan syariah, penguatan UKM dan penguatan digital,” ucap dia.

Selain itu, juga melakukan pemberdayaan umat dengan kolaborasi dengan komunitas atau perhimpunan keagamaan, seperti perhimpunan pesantren atau Dewan Masjid Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia, untuk dapat membangun kebutuhan dan keyakinan akan solusi ekonomi syariah.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses