Irfan Syauqi Beik ungkap tantangan terbesar ekonomi sosial syariah

Pengamat Keuangan Syariah dari IPB Irfan Syauhaqi Beik. Foto ipb.ac.id

Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), Irfan Syauqi Beik meraih penghargaan Bank Indonesia Award (BI Award) 2021. Irfan dinobatkan sebagai Tokoh Aktivis Ekonomi Sosial Syariah Terbaik dari Bank Indonesia. Penghargaan tersebut diraihnya dalam rapat tahunan Bank Indonesia pada 24 November 2021.

“Saya sangat berterima kasih atas hal ini dan sangat berterima kasih kepada Bank Indonesia atas apresiasi yang luar biasa ini. Semoga Bank Indonesia dapat terus menjalankan amanahnya dengan baik untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujarnya, seperti dilansir dari ipb.ac.id, Kamis (25/11).

Irfan merasa senang dan bersyukur atas penghargaan yang telah diterimanya. Dia tidak pernah membayangkan bahwa dia akan memenangkan penghargaan ini.

“Karena saya baru dihubungi untuk pencalonannya beberapa hari sebelum pelaksanaan Rapat Tahunan Bank Indonesia (PTBI). Jadi, saya terkejut dengan penghargaan ini,” katanya.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat memacu dan memotivasi dirinya untuk terus memperjuangkan ekonomi syariah dan ekonomi sosial syariah ke arah yang lebih baik. Sebab, masih banyak yang perlu dilakukan terkait ekonomi syariah ini.

“Yang terpenting kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam perjuangan ini. Kami serahkan hasilnya kepada Allah karena itu hak prerogatif-Nya,” ujarnya.

Ketua Divisi Zakat, Ekonomi Pembangunan, dan Kebijakan Publik Syariah Departemen Ilmu Ekonomi Syariah ini kemudian menyinggung tantangan terbesar ekonomi sosial syariah saat ini. Pertama, dari segi literasi dimana tingkat pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk mau berbagi dalam bentuk zakat, infaq, sedekah dan wakaf masih perlu ditingkatkan.

“Bahkan khusus untuk wakaf, literasi masih sangat rendah. Sedangkan literasi zakat relatif lebih baik karena berada pada level menengah atau sedang,” jelasnya.

Tantangan kedua adalah bagaimana lembaga sosial ekonomi syariah dapat terus meningkatkan kapabilitas, kompetensi dan akuntabilitasnya. Termasuk memperkuat penggunaan teknologi digital dalam operasionalnya. Selain itu, kualitas sumber daya manusia (SDM) amil dan nazhir perlu ditingkatkan dari waktu ke waktu.

“Ketiga, dukungan regulasi. Kita harus terus mendorong regulasi yang lebih baik agar optimalisasi potensi zakat, infaq, sedekah dan wakaf dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Irfan berharap ke depan sistem sosial ekonomi syariah dapat berjalan lebih baik, sehingga berdampak pada penguatan ekonomi syariah dan perekonomian nasional pada umumnya. Kemudian program-program yang dilakukan oleh lembaga sosial ekonomi syariah khususnya lembaga zakat dan wakaf dapat lebih inovatif dan berdampak sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Akhirnya kemiskinan bisa dikurangi, keadilan ekonomi bisa terwujud dan kesejahteraan bisa ditingkatkan,” pungkasnya.

 

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dalam rangka mempercepat proses kemandirian dan meningkatkan kuantitas berita yang ditayangkan di portal kesayangan Anda ini, kami mengharapkan kesediaan Anda untuk berdonasi melalui:

Bank Syariah Indonesia (dahulu Bank Syariah Mandiri): (451) 703 908 1002

Terima kasih atas perhatiannya, sekecil apapun perhatian Anda, pasti kami hargai. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply