Industri halal dan fashion islamic merupakan pasar penting Indonesia

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menargetkan bisa merealisasikan pertumbuhan dua industri penting di Indonesia, yaitu Indonesia islamic fashion dan industri halal Indonesia. Dua industri itu dinilainya memiliki pasar yang besar, sehingga jika dikembangkan berpotensi menjadikan Indonesia sebagai pasar terbesar regional atau bahkan dunia. 

“Saya ingin sebelum selesai masa jabatan, kita sudah mempunyai dua industri terpenting. Pertama adalah bagaimana kita bisa membuat pasar pada Indonesia islamic fashion. Kedua industri halal Indonesia,” kata dia dalam keterangan daring, Jumat (5/3)

Indonesia islamic fashion memiliki potensi bagus karena sebagian besar dari 270 juta rakyat Indonesia adalah muslim. Kendati ini merupakan fashion muslim, bukan berarti mereka yang nonmuslim tidak bisa ikut serta. Buktinya pada saat ini, tidak sedikit warga nonmuslim yang ikut mengembangkan fashion muslim.

Itulah sebabnya, agar industri ini bisa berkembang sesuai harapan, pemerintah akan menjaganya dengan baik. Di antaranya dengan membuat aturan main. Jika telah ada, tinggal memperkuatnya. Sehingga semua pelaku pada industri ini, baik yang berasal kelas kcil, menengah, dan besar dapat menikmati pertumbuhan industri ini. 

Hal serupa juga harus dilakukan di industri halal Indonesia. Tentunya pada bidang ini, Kementerian Perdagangan tidak bisa sendiri melakukannya. Itulah sebabnya pemerintah mewacanakan pembentukan Dewan Penunjang Ekspor (DPE) 

“DPE merupakan bagian agar kemitraan antara swasta dan pemerintah bisa berjalan. Kita ketahui dalam membangun infrastruktur harus bersama-sama. Apalagi jika urusan rasa dan selera. Makanya ini harus kita padukan, karena kita tidak bisa melakukan sendiri. Oleh sebab itu harus punya tujuan dan target.

“Indonesia bisa mencontoh Wardah. Salah satu perusahaan yang bergerak pada sektor industri kosmetik. Wardah sangat cerdas dalam menempatkan strategi bisnisnya di tengah maraknya industri kosmetik. Di antaranya dengan memproduksi kosmetik berkualitas tetapi dengan harga yang lebih murah. Dengan strategi itu, Wardah berhasil menggusur sejumlah perusahaan kosmetik yang berasal dari Prancis dan Eropa,” papar dia.

Mendag mengungkapkan, Indonesia memiliki pasar besar dan menjadi sasaran penetrasi pasar dari negara lain. Untuk itu, pasar Indonesia harus dijaga. Tujuannya, untuk meningkatkan produksi dalam negeri, penyerapan tenaga kerja, serta menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Diharapkan seluruh aspek di perdagangan dapat menjaga pasar Indonesia.

“Masyarakat Indonesia memiliki peluang besar dalam menjaga pasar Indonesia. Tugas Kemendag adalah membantu memastikan pasar berjalan dan memastikan pelaku usaha Indonesia menjadi tuan rumah dan pemenang di tingkat regional, bahkan global,” ujar Mendag.

Selain itu, Mendag meminta perwakilan perdagangan luar negeri untuk membuka pasar negara tujuan ekspor lebih dalam. Di antaranya dengan memastikan agar negara tujuan eskpor mengenal produk Indonesia dan dengan berkomunikasi dengan pasar tujuan ekspor.
Apalagi Indonesia memiliki produk berkualitas ekspor. Untuk itu, harus dapat melihat pasar nontradisional sebagai peluang. Sehingga diharapkan dapat memetik hasil yang lebih baik dengan memanfaatkan perjanjian perdagangan internasional.

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply