Indonesia punya modal besar mengembangkan ekonomi sosial syariah

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng

Bank Indonesia (BI) mengaku, sangat menaruh perhatian yang besar untuk mewujudkan cita-cita indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Untuk menuju ke situ, BI melakukan secara komprehensif ekosistem yang tidak hanya berfokus pada sisi keuangan tetapi juga pada pengembangan sektor riil sehingga pada akhirnya bisa menjadi arus baru ekonomi indonesia yang inklusif.

Deputi Gubernur BI Sugeng mengatakan, dalam blue print kebijakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, terdapat tiga strategi utama yang perlu dilakukan. Pertama adalah pemberdayaan ekonomi syariah, melalui penciptaan ekosistem halal value chain secara end to end. Ini artinya peningkatan kapasitas tidak hanya kepada pelaku usaha saja namun juga mencakup penguatan industri halal dan aspek kelembagaannya.

“Kedua adalah pendalaman pasar keuangan syariah, yang bertujuan agar tersedia berbagai instrumen keuangan baik komersial ataupun sosial syariah yang dapat mendukung kegiatan ekonomi. Terlebih instrumen keuangan sosial syariah melalui zakat, infak, sedekah dan wakaf dapat menjawab pemberdayaan umat, mengentaskan kemiskinan, mengurangi ketimpangan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata dia pada event tahunan Jogja Berwakaf 2021, Selasa (17/11).

Ketiga melalui penguatan riset, asesmen dan edukasi. Langkah-langkah ini sangat penting untuk mendukung keuangan syariah.

Terkait literasi, peningkatan literasi tidak hanya di sisi masyarakat saja namun harus juga dilakukan dengan penguatan kapasitas SDM pelaku ekonomi dan keuangan syariah. Termasuk di dalamnya para pengelola dana sosial. sehingga pengelolaan dana Ziswaf dapat dilakukan secara profesional dan akuntabel.

Menurutnya, kontribusi wakaf sebagai instrumen keuangan syariah telah terlihat sejak zaman Rasulullah dan masih tetap relevan sampai saat ini. Terbukti beberapa negara telah berhasil melakukannya. Misalnya Saudi Arabia telah berhasil membangun Zam-Zam Tower melalui wakaf produktif. Kemudian bank syariah di Bahrain telah berhasil mengumpulkan dana wakaf untuk menolong masyarakat yang terdampak Covid-19 dan membantu memulihkan aktivitas ekonomi.

“Indonesia sebagai negara penduduk muslim terbanyak di dunia, juga memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan instrumen keuangan sosial syariah, terutama wakaf. Karena ada beberapa fakta bahwa berdasarkan laporan Word Giving Index 2021, Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara paling demawan di dunia. Laporan tersebut menyebutkan bahwa delapan dari sepuluh orang Indonesia aktif menyumbangkan uang untuk menolong orang lain dan tingkat sukarelawanan orang Indonesia lebih dari tiga kali rata-rata global.

“BWI memperkirakan potensi wakaf tunai Indonesia mencapai Rp180 triliun dan potensi wakaf tanah seluas 55.000 hektare. Kedua informasi ini tentunya menjadi modal besar bagi Indonesia untuk mengembangkan ekonomi sosial syariah agar bisa berkontribusi optimal untuk perekonomian Indonesia,” kata dia.

 

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dalam rangka mempercepat proses kemandirian dan meningkatkan kuantitas berita yang ditayangkan di portal kesayangan Anda ini, kami mengharapkan kesedian Anda untuk berdonasi melalui:

Bank Syariah Indonesia (dahulu Bank Syariah Mandiri): (451) 703 908 1002

Terima kasih atas perhatiannya, sekecil apapun perhatian Anda, pasti kami hargai. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply