Indonesia-Meksiko jajaki kerja sama jaminan produk halal

Ilustrasi sertifikat halal. Foto iStockphoto.com

Pemerintah Indonesia dan Meksiko menjajaki peluang kerja sama Jaminan Produk Halal (JPH). Penjajakan kerja sama ini diawali dengan audiensi virtual antara Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Aqil Irham dengan Duta Besar Meksiko Armando G Alvarez. 

“Kami tentu menyambut baik upaya penguatan kerja sama dengan pihak manapun sepanjang dilaksanakan sesuai regulasi dan dilakukan secara saling menguntungkan,” kata Muhammad Aqil Irham di Jakarta, Jumat (3/6).

Aqil berharap peningkatan hubungan kerja sama antara kedua negara dapat mendorong upaya pemulihan ekonomi melalui industri dan perdagangan produk halal. Hal ini, lanjut Aqil, menjadi salah satu amanat yang harus dijalankan oleh BPJPH. 

“BPJPH diberikan amanat untuk memfasilitasi dan mendorong pemulihan ekonomi melalui pengembangan industri halal seperti makanan dan minuman, fashion, kosmetik, farmasi, pariwisata, media, rekreasi, hingga jasa keuangan,” jelasnya lebih lanjut, seperti dilansir dari laman resmi Kementerian Agama.

Sebelumnya, terdapat empat negara yang telah menandatangani kesepakatan kerja sama jaminan produk halal dengan Indonesia. Empat negara tersebut adalah Chile, Argentina, Hongaria, dan terakhir Belarus. 

Lebih lanjut, Aqil Irham mengatakan bahwa berdasarkan regulasi JPH, kerja sama internasional JPH perlu dipayungi dengan adanya kerja sama G-to-G di antara kedua negara. Kerja sama internasional baik di bidang perdagangan, ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya yang sebelumnya telah terjalin juga dapat menjadi payung kerja sama lebih lanjut.

Aqil Irham juga berharap agar kerja sama perdagangan produk halal Indonesia-Meksiko nantinya akan memberikan keuntungan kedua pihak, dan memberikan kontribusi pada penguatan nilai perdagangan nasional. Implikasinya, sektor produk halal dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. 

Keinginan senada juga disampaikan Duta Besar Meksiko Armando G. Alvarez. Ia mengungkapkan kerja sama yang diinisiasi Kementerian Pertanian Meksiko ini diharapkan memberikan dampak positif dalam pengembangan ekonomi negaranya. 

“Melalui audiensi ini, diharapkan kita dapat membahas kerja sama dengan Indonesia. Utamanya, kerja sama untuk meningkatkan kerja sama perdagangan produk agrikultur atau makanan halal,” ujar Alvarez.

Turut hadir dalam audiensi virtual ini Direktur Ekonomi Sekretariat Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Meksiko, perwakilan KBRI Meksiko, serta perwakilan Kementerian Luar Negeri RI. 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply