KNEKS ungkap strategi pengembangan produk halal

Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS)

Potensi ekonomi produk halal di dunia meningkat luar biasa. Tetapi sayangnya, Indonesia masih berkutat menjadi konsumen. Itulah salah satu alasan pemerintah membangun Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang diketuai sendiri oleh presiden.

Direktur Eksekutif KNEKS Ventje Rahardjo mengatakan, salah satu pilar yang penting dalam mengembangkan ekonomi syariah di Tanah Air adalah pengembangan produksi produk halal.

“Ini pilar utama disamping pilar lain, seperti pengembangan jasa sosial syariah, pengembangan wiraswastanya, dan pengembangan jasa keuangan syariah. Ini jadi satu ekosistem di mana bisa terintegrasi,” kata dia dalam diskusi daring, Senin (11/10).

Dia mengakui, untuk mempercepat membangun dan mengembangkan keuangan syariah, pihaknya masih berupaya untuk terus membangun SDM. Selain itu juga harus melangkah lebih dalam ke proses digitalisasi karena kalau berlandaskan digital ekonomi, maka ekonomi syariah akan mempunyai daya saing yang cukup.

Untuk mengembangkan industri halal, KNEKS sendiri menjadi tempat untuk bersinergi antara satu pihak dengan yang lainnya dalam membuat satu rancangan kerja, sesuai masterplan keuangan syariah yang salah satunya menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi keuangan syariah dunia.

“Terakhir kami berdiskusi dengan BRIN dan dukungan mereka cukup besar. Bahkan mereka akan membangun khusus laboratorium halal. Dalam waktu dekat insya Allah akan muncul di Indonesia. Bersamaan dengan itu, penelitian di berbagai universitas juga akan membangun roadmap riset bahan penunjang untuk industri halal,” ucap dia.

Perkembangan industri halal di Tanah Air juga ditunjang oleh marketplace yang saat ini sudah memiliki perdagangan berbagai produk halal. Begitu juga dengan sistem pembayaran digitalnya, Di mana e-walet yang dimiliki BUMN sudah mempunyai layanan syariah, yang dalam satu tahun, jumlah pesertanya bertambah cukup signifikan. Hal itu seiring dengan mayoritas jumlah konsumen adalah generasi milenial.

“Tinggal bagaimana support pihak-pihak lain terhadap perkembangan ekosistem ekonomi syariah ini, mulai dari akademi, regulator, pelaku usaha, serta sektor keuangan dan perbankan,” ucap dia.

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply