Transaksi produk halal melalui marketplace di Mei-Desember 2020 tumbuh 49,52%

Dengan populasi umat muslim terbesar di dunia, pasar Indonesia memiliki potensi permintaan yang tinggi terhadap produk halal. Pergeseran preferensi belanja produk halal selama masa pandemi Covid-19 terindikasi dari kenaikan
nominal transaksi produk halal melalui e-commerce marketplace yang selama Mei-Desember 2020, secara
kumulatif tumbuh 49,52% dibanding periode yang sama 2019.

Berdasarkan Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah 2020 yang diterbitkan Bank Indonesia, lonjakan transaksi
terjadi pada Mei 2020 bertepatan dengan puasa Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1441H. Di tengah pembatasan arus mudik dan pengurangan hari libur sepanjang Hari Raya Idulfitri, transaksi produk halal melalui e-commerce marketplace pada Mei 2020 masih tumbuh 7,25% (yoy)

Transaksi produk halal melalu e-commerce marketplace didominasi produk fesyen. Secara total, transaksi produk halal sepanjang 2020 didominasi oleh produk fesyen dengan pangsa mencapai 86,63% dari total nominal transaksi melalui e-commerce marketplace. Program pembatasan aktivitas masyarakat berdampak pada pergeseran (shifting) metode belanja sektor fesyen sepanjang 2020.

Pertumbuhan penjualan produk fesyen secara online pada masa pandemi Covid-19 relatif kontras dengan kondisi penjualan produk fesyen secara offline. Di mana indeks penjualan riil kategori sandang 2020 yang termoderasi menunjukkan anjloknya penjualan ritel fesyen secara offline.

Digitalisasi juga terjadi pada metode pembayaran yang digunakan. Selama 2020, uang elektronik dan transfer bank mendominasi metode pembayaran transaksi produk halal di e-commerce marketplace dengan pangsa masing-masing sebesar 42,10% dan 23,08%. Meskipun memiliki pangsa yang cukup besar, metode transfer bank menunjukkan pertumbuhan negatif pada 2020. Artinya, penggunaan metode konvensional seperti pembayaran transfer bank berpotensi untuk terdisrupsi oleh metode pembayaran yang lebih modern.

Di sisi lain, penggunaan uang elektronik masih terus tumbuh positif. Sementara itu, dengan pangsa 6,92%, pembayaran dengan cicilan tanpa kartu menunjukkan pertumbuhan yang terus meningkat. Gencarnya promo penggunaan uang elektronik yang bekerja sama dengan platform e-commerce marketplace serta aplikasi perolehan
persetujuan cicilan yang relatif mudah dan cepat mendorong naiknya penggunaan uang elektronik dan pembayaran dengan cicilan tanpa kartu.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply