Pena Syariah, aplikasi keuangan syariah inisiasi mahasiswa UNAIR

Tiga Ksatria Airlangga kembali mencetak prestasi gemilang di kancah nasional. Muhammad Hafid Fauzan, Asvarina Al Jannati, dan Ridho Robbani yang tergabung dalam Tim Business Plan (BP) berhasil membawa pulang Juara II BP Nasional dalam Temu Ilmiah Nasional 2021.

Ketua Tim BP Muhammad Hafid Fauzan menjelaskan, ide yang mereka tuangkan pada lomba nasional tersebut. Mereka membuat business plan dalam bentuk aplikasi ‘Pena Syariah’. Ide tersebut muncul karena tim melihat potensi dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang begitu banyak di Indonesia.

“Kami juga melihat bahwa salah satu permasalahan yang dirasakan oleh UMKM adalah masih minimnya pengetahuan mengenai pentingnya pencatatan keuangan untuk usahanya,” jelasnya seperti dilasir dari news.unair.ac.id.

Mahasiswa yang akrab disapa Hafid itu menjelaskan, pemberian label syariah pada aplikasi tersebut karena terdapat akad-akad yang ada dalam ekonomi Islam. Dengan demikian, diharapkan dapat menjadi salah satu jalan untuk ekonomi Islam agar lebih dikenal oleh masyarakat terutama pelaku UMKM.

Tim kemudian mulai menyusun gambaran unit bisnis, aspek perencanaan dan aspek finansial. Pada aspek finansial, mereka  lebih menitikberatkan pada biaya yang diperlukan untuk memulai bisnis tersebut. Selain itu juga terdapat proyeksi pendapatan, laba rugi, cash flow, dan lainnya yang menunjang berjalannya bisnis.

“Kami juga meninjau dari aspek kesesuaian syariah yang pastinya pada aspek ini lebih menjelaskan terkait metode syariah dalam pelaksanaan bisnis,” terangnya.

Memudahkan UMKM

Hafid dan tim menciptakan aplikasi pencatatan keuangan syariah yang dapat membantu memudahkan pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan usaha mereka. Selain itu pada aplikasi tersebut juga terdapat beberapa fitur yang dapat memberikan edukasi kepada para pelaku UMKM mengenai sistem keuangan syariah yang sesuai dengan prinsip Islam.

Pada aplikasi tersebut juga terdapat fitur zakat yang dapat membantu pelaku UMKM. Apabila keuntungan yang diterima UMKM telah mencapai nisab, maka fitur zakat akan secara otomatis memberitahukan zakat yang harus dibayarkan. Pembayaran zakat tersebut juga dapat dilakukan di aplikasi Pena Syariah.

“Kami juga menyediakan fitur premium. Fitur tersebut dapat menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan para pemodal yang ingin menginvestasikan uangnya. Pastinya dalam fitur premium juga mengacu kepada kebijakan OJK terkait mudharabah dan musyarakah,” ungkapnya.

Pada akhir, Hafid bercerita bahwa babak final, tim sempat mengalami sedikit kendala dalam pembuatan pemecahan business case yang diberikan oleh panitia. Tim merasa cukup kesulitan dalam membuat powerpoint karena anggota tim belum ada yang pernah membuat business case.

“Saat hari pengumuman juara Business Plan Temilnas, tidak disangka-sangka tim kami menjadi Juara II pada lomba Business Plan Temilnas. Kami tidak hentinya mengucap kata syukur,” pungkasnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply