Mahasiswa IPB University rancang model wisata halal di Padang

Pariwisata Halal

Tiga mahasiswa IPB University yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Sosial dan Humaniora (PKM-RSH), melakukan penelitian tentang kondisi pariwisata di Kota Padang, Sumatera Barat. Mereka meneliti potensi wisata yang ada di kawasan wisata halal atau yang lebih dikenal dengan wisata halal.

Tim PKM-RSH IPB University tersebut, terdiri dari Ananda Putri dari Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), Al Fikri Mulariano Tifa dari Departemen Aktuaria, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Rahmat Qodri dari Statistika dan Departemen Ilmu Data, FMIPA. Mereka berada di bawah bimbingan Dr Burhanuddin.

Objek wisata yang diteliti adalah Pantai Padang, Jembatan Siti Nurbaya dan Pantai Air Manis. Fikri, salah satu anggota tim menjelaskan, objek-objek tersebut merupakan objek wisata paling populer dan ikonik di Kota Padang.

“Manajemen pariwisata di sini cukup baik. Tapi kita perlu turun langsung untuk melihat seperti apa kondisi pariwisata dan mengidentifikasi preferensi pengunjung wisata sebagai saran untuk pengembangan lebih lanjut,” lanjutnya seperti dilansir dari ipb.ac.id.

Menurutnya, ada yang baru dalam penelitian ini. Yakni melaksanakan pengembangan wisata halal melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar pariwisata Kota Padang.

Fikri mengatakan, Pemkot Padang gencar mengembangkan pariwisata. Pasalnya, pariwisata merupakan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar selain pendidikan dan perdagangan.

“Kami telah melakukan beberapa rencana pengembangan pariwisata di tahun 2020. Sayangnya, program ini terkendala oleh refocusing dana Covid-19 yang terjadi selama ini. Pengembangannya ditunda hingga kondisi membaik kembali,” kata Yet, Kepala Pendataan Seksi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang.

Sedangkan menurut pengamatan Fikri dan timnya, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan dalam pengembangan wisata halal di Kota Padang. Seperti keamanan wisatawan muslim, keramahan pelayanan, kemudahan akses beribadah, kenyamanan toilet, akses transportasi yang memadai dan juga kenyamanan penginapan.

Saran untuk pengembangan wisata halal juga muncul dari pengunjung. Menurut mereka, pembangunan tidak harus membangun masjid baru. Pemerintah dapat memperbaiki masjid agar lebih layak pakai, baik bangunan maupun toiletnya.

“Pastikan juga setiap penjual makanan mengolah makanan halal dan diberi tanda halal agar wisatawan muslim lebih mudah memilih makanan,” ujar HR salah satu pengunjung wisata Jembatan Siti Nurbaya.

Fikri berharap hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pertimbangan pemerintah Kota Padang dalam mengembangkan program-program pemberdayaan yang dibutuhkan UMKM khususnya yang berada di sekitar destinasi wisata halal. Pengembangan akan terus dilakukan hingga Kota Padang berhasil menjadi Pusat Wisata Halal di Indonesia.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

2 Responses

  1. ChestertobJanuary 25, 2022 at 8:37 pmReply

    It agree, this idea is necessary just by the way

  2. ChestertobMarch 11, 2022 at 4:10 pmReply

    In my opinion you are not right. Let’s discuss. Write to me in PM.

Leave a Reply