Kemenparekraf kaji ulang konsep pariwisata halal

Pariwisata Halal

Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pariwisata (Kemenparekraf) sedang mengkaji dan mereview secara komprehensif pariwisata halal, yang sekarang ini banyak disebutkan sebagai muslim friendly tourism. 

“Pandemi ini merupakan masa terbaik untuk mengkaji ulang karena kita sudah menjadi pemenang. Lombok menjadi destinasi terbaik pada saat itu. Selain Lombok, ada beberapa kandidat lain seperti Aceh, Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat untuk dikembangkan ke depan,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam keterangan yang disiarkan di Youtube.

Kemenparekraf ingin memastikan bahwa pariwisata halal atau muslim friendly tourism ini, bukan destinasinya, tetapi tentang extension of service. Itu artinya bagaimana memperkaya layanan-layanan untuk para wisatawan muslim. 

Kemenparekraf juga telah membedah dari big data mengenai wisatawan yang fokus pada wisatawan halal atau muslim friendly tourism yang datang ke Indonesia. Hasilnya wisatawan jenis ini lebih banyak dari negara Malaysia, Singapura dan dari dalam negeri. Artinya Indonesia belum mampu mengkonversi wisatawan dari Timur Tengah untuk datang ke Indonesia.

“Ini PR untuk kami. Kebetulan saya akan ke Sumatera Barat dan Aceh dan ini akan dibahas juga dengan para pemangku kepentingan untuk membicarakan bagaimana muslim friendly tourism ini bisa digarap dan bisa dijadikan penggerak,” ucap dia.

Untuk sementara wisatawan nusantara menjadi fokus kalau bisa mengembangkan extension of service pada destinasi wisata halal. Hal diharapkan mampu meningkatkan minat dan membuka peluang industri pariwisata untuk pulih. Sehingga lapangan pekerjaan akan tercipta

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses