Pendapatan kontribusi bruto asuransi syariah triwulan I-2021 tumbuh 45,20%

Sekalipun masih di tengah masa pandemi Covid-19, industri asuransi syariah Indonesia mencatatkan kinerja yang cukup baik di triwulan I-2021. Hal tersebut dapat dilihat dari kinerja industri yang mengalami pertumbuhan dari sisi kontribusi periode Januari-Maret 2021.

Pendapatan kontribusi bruto industri asuransi syariah tercatat meningkat signifikan pada triwulan pertama 2021, yakni sebesar Rp5,82 miliar atau tumbuh sebesar 45,20% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp4,01 miliar.

Kontribusi bruto asuransi syariah ini didominasi oleh perolehan dari sektor asuransi syariah, yaitu sebesar Rp5,17 miliar atau 87% dari total kontribusi.

Seiring dengan pendapatan kontribusi bruto, penerima manfaat atau klaim Industri asuransi syariah juga mengalami peningkatan secara signifikan, yaitu sebesar Rp4,88 miliar atau naik sebesar 56,28% jika dibandingkan dengan klaim pada periode yang sama 2020, yaitu sebesar Rp3,12 miliar.

Peningkatan lainnya juga terlihat dari investasi industri perasuransian syariah yang tercatat tumbuh menjadi Rp36,28 miliar atau naik sebesar 3,29% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp35,13 miliar. Pada triwulan pertama 2021, investasi asuransi syariah mengalami perbaikan secara perlahan sejak pandemi Covid-19.

Saham syariah memberikan porsi yang paling besar dalam hal penempatan investasi, yakni sebesar Rp12,183 miliar atau 33,58% dari total investasi. Penempatan investasi terbesar kedua, yaitu dari sektor reksa dana syariah yang menguasai sebesar 21,6% dari total investasi, sedangkan yang ketiga dari sektor surat berharga syariah sebesar 20,68%.

Pertumbuhan kinerja industri pada triwulan pertama 2021 juga diikuti oleh peningkatan aset asuransi syariah yang tercatat naik sebesar 7,32% di triwulan pertama 2021, dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang mana aset yang berhasil diperoleh yaitu sebesar Rp44,13 miliar.

Porsi aset ini didominasi oleh asuransi jiwa sebesar Rp35,91 miliar atau menguasai sebesar 81,37% dari total aset industri, sedangkan aset asuransi umum tercatat sebesar Rp6,14 miliar dengan porsi 13,91% dan reasuransi sebesar Rp2,08 miliar menguasai sebesar 4,71%.

Ketua Umum AASI Tatang Nur Hidayat menjelaskan, bahwa perekonomian syariah, khususnya asuransi mencatatkan kondisi yang baik pada tahun ini. Menurutnya, ketika kondisi perekonomian makro kurang baik, industri asuransi syariah bisa bertahan cukup optimal.

“Capaian kinerja ini menjadi model bagi perasuransian syariah untuk tumbuh lebih baik dalam upaya melakukan mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional. Terutama terus menggerakkan pertumbuhan ekonomi syariah,” kata dia dalam keterangan tertulisnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply