Fitch Ratings: Pertumbuhan takaful Indonesia didukung pertumbuhan ekonomi

Keuangan Syariah

Sektor takaful yang baru lahir di Indonesia, mendapatkan pangsa pasar dengan potensi pertumbuhan jangka panjang yang tinggi. Hal ini dikarenakan rendahnya penetrasi asuransi jiwa di negara dengan populasi muslim terbesar di dunia itu. Demikian berdasarkan laporan terbaru Fitch Ratings seperti dilansir dari fitchratings.com.

Fitch mengharapkan terjadinya peningkatan dalam pertumbuhan kontribusi takaful dan hasil investasi pada 2021. Hal itu sekaligus mencerminkan terjadinya pemulihan ekonomi Indonesia, peningkatan dukungan pemerintah sebagai bagian dari Masterplan Ekonomi Islam 2019-2024, dan percepatan digitalisasi. Selain itu, Fitch mengharapkan perusahaan takaful untuk mempertahankan tingkat kapitalisasi terhadap potensi lonjakan klaim, karena pandemi terus berdampak pada Indonesia.

Sektor asuransi syariah terus berkembang, dengan pangsa pasar takaful mencapai 7% dari keseluruhan pasar asuransi Indonesia pada 11M20, dibandingkan periode yang sama pada 2019 yang hanya 5,9%. Pangsa pasar asuransi syariah yang rendah, sebagian didorong oleh ekosistem keuangan syariah yang masih berkembang di Indonesia. Di mana pangsa pasar keuangan syariah Indonesia hanya mencapai 9,6%. Penggabungan bank anak usaha BUMN yang menciptakan bank syariah terbesar di Indonesia yaitu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BB+/Stabil), diyakini dapat membantu meningkatkan kesadaran takaful.

Produk asuransi umum syariah mengalami penurunan kontribusi sebesar 10% yoy di 11M20. Begitu pula dengan asuransi umum dan jiwa konvensional yang masing-masing turun 10% dan 9%. Tetapi, produk asuransi jiwa syariah masih diminati dengan pertumbuhan 10%. Pembatasan pergerakan massal terkait pandemi berkontribusi pada penurunan keseluruhan seiring dengan penurunan daya beli untuk membeli produk asuransi.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply