Buat yang belum tahu, inilah 5 perbedaan asuransi syariah dan konvensional

Asuransi Syariah

Berdasarkan riset Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2019, literasi keuangan syariah di Indonesia masih di bawah 10%. Untuk itu, OJK terus melakukan edukasi mengenai asuransi syariah. Salah satunya terkait dengan perbedaan antara asuransi syariah dan konvensional.

Kepala Subbagian Pengembangan dan Kelembagaan Asuransi Umum dan Reasuransi Syariah–Direktorat IKNB Syariah OJK Nia Sevy Rakhmawati mengatakan, asuransi syariah telah diakui oleh undang-undang dan telah mendapatkan fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“OJK terus berupaya melakukan edukasi dengan melibatkan sejumlah pihak. seperti Masyarakat Ekonomi Syariah,” jelas dia pada Talkshow Online Asuransi Syariah: Milenial Kekinian Berbagi Kebaikan Bersama Asuransi Syariah yang disiarkan di Youtube Masyarakat Ekonomi Syariah.

Definisi asuransi syariah

Fatwa DSN-MUI Nomor 21/DSN/MUI/X/2001

Usaha saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau tabrru‘ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah

Undang-Undang Nomor 40. Tahun 2014 tentang Perasuransian
Kumpulan perjanjian yang terdiri atas perjanjian antara perusahaan asuransi syariah dan pemegang polis, dan perjanjian di antara para pemegang polis, dalam rangka pengelolaan kontribusi berdasarkan prinsip syariah guna saling menolong dan melindungi dengan cara:

– Memberikan penggantian kepada peserta atau pemegang polis karena kerugian kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita peserta atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti, atau
– Memberikan pembayaran yang didasarkan pada meninggalnya peserta atau pembayaran yang didasarkan pada hidupnya peserta dengan manfaat yang besarnya telah ditetapkan dan/atau didasarkan pada hasil pengelolaan dana

Perbedaaan asuransi syariah dan asuransi konvensional

1. Kedudukan para pihak dalam akad/perjanjian
Asuransi syariah mengenal sharing of risk antara sesama peserta. Artinya, sebuah sistem di mana para peserta saling menanggung risiko (sharing of risk) dengan menghibahkan sebagian atau seluruh kontribusi melalui dana tabarru’, yang akan digunakan untuk membayar klaim, atau jika terjadi musibah yang dialami oleh sebagian peserta.

Kemudian perusahaan asuransi syariah sebagai pengelola dananya.

Sedangkan asuransi konvensional mengenal dengan konsep transfer of risk. Artinya, perlindungan dalam bentuk pengalihan risiko ekonomis atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan ke perusahaan asuransi sebagai penanggung risiko.

Perusahaan asuransi sebagai penanggung/penjamin risiko pemegang polis/tertanggung.

2. Akad
Sesama peserta asuransi syariah terlebih dahulu harus menyetujui akad tabarru’. Akad hibah yang tidak atau bukan bersifat komersil dan memiliki tujuan untuk tolong-menolong di antara para peserta.

Selain itu, kepada perusahaan asuransi syariah, calon peserta juga perlu menyetujui akad tijarah. Akad ini merupakan kesepakatan kedua belah pihak yang selanjutnya, akan jadi aturan dasar untuk semua hal yang berlaku pada asuransi syariah yang dibeli.

Sementara akad/perjanjian konvensional tidak sesuai dengan syariah.

3. Pengelolaan investasi
Pada asuransii syariah, investasi wajib dikelola sesuai dengan prinsip syariah. Sedangkan asuransi konvensional tidak wajib sesuai dengan prinsip syariah

4. Pengawasan atas kesesuaian dengan prinsip syariah
Asuransi syariah wajib memiliki Dewan Pengawas syariah (DPS). DPS merupakan suatu badan yang bertugas mengawasi pelaksanaan keputusan Dewan Syariah Nasional di lembaga keuangan syariah.

Semenatra asuransi konvensional tidak memiliki DPS.

5. Pemisahan Dana
Pada asuransi syariah kontribusi /premi asuransi syariah dialokasikan untuk tiga hal, yakni dana tabarru’ yang merupakan milik peserta secara kolektif digunakan untuk tolong menolong, dana perusahaan berasal dari ujrah/fee bagi perusahaan asuransi syariah, serta dana investasi perserta, jika ada.

Sedangkan asuransi konvensonal premi tidak dipisahkan pengelolaannya karena seluruhnya merupakan milik perusahaan asransi konvensional.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply